Lengkapi Berkas Penyidikan, Polisi Bongkar Makam Siswa MTs Blitar Tewas Terlempar Kayu Berpaku

Tim Forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri membongkar makam siswa MTs tewas akibat pelemparan kayu berpaku di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. (blok-a.com/Fajar)
Tim Forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri membongkar makam siswa MTs tewas akibat pelemparan kayu berpaku di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Kasus kematian KAA (13), siswa MTs Al Mahmud di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan.

Jumat (03/10/2024), Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri harus membongkar makam KAA yang tewas akibat pelemparan kayu berpaku tersebut untuk proses autopsi.

Autopsi dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Blitar Kota.

Autopsi dimulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 9.30 WIB. Proses autopsi mendapatkan penjagaan dari pihak kepolisian, baik Polsek Ponggok maupun Polres Blitar Kota.

Pihak keluarga juga datang selama proses autopsi. Nampak Suparti, nenek korban tidak kuasa menahan tangis saat melihat makam cucunya dibongkar. Suparti datang bersama Ikwal anaknya (paman korban).

Awalnya Suparti menolak autopsi tersebut, namun ia tidak punya pilihan lain untuk mengungkap penyebab kematian cucunya.

Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar mengatakan, autopsi ini diperlukan untuk melengkapi alat bukti penyidik Satreskrim Polres Blitar Kota.

“Kami belum dapat mengetahui hasil dari autopsi ini, karena menjadi kewenangan Tim Forensik RS Bhayangkara Kediri. Semoga hasilnya segera keluar, nanti kita sampaikan,” kata Samsul Anwar.

Samsul menandaskan, terkait penetapan tersangka nanti akan disampaikan setelah gelar perkara.

“Sudah dilaksanakan pemeriksaan saksi-saksi, lalu nanti kita lakukan gelar perkara untuk menentukan ke arah lebih lanjut,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang siswa MTs di Kabupaten Blitar meninggal dunia setelah dilempar kayu berpaku oleh ustaznya.

Insiden pelemparan diketahui terjadi pada 15 September lalu. Korban meninggal pada 17 September, setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Menurut keterangan tenaga pengajar lain, sebelum kejadian, salah satu ustaz meminta pada para santri untuk segera mandi. Sebagian santri tidak mengindahkan karena tengah asyik bermain.

Ustaz tersebut lalu melemparkan sebilah kayu ke para santri. Namun nahas, kayu yang dilempar ternyata berpaku dan mengenai kepala korban. KAA seketika tersungkur ke tanah.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Srengat oleh pihak pondok pesantren dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Sayangnya, penanganan di RSUD Srengat kurang maksimal karena tak banyak dokter jaga.

Sorenya, KAA lalu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Kabupaten Kediri (RSKK) dan meninggal dunia pada Selasa (17/09/2024).

Pembina Yayasan MTs Al Mahmud, Mohammad Kanzul Fathon menyebut, tragedi tersebut hanya sebuah kecelakaan yang tidak disengaja.

“Saat itu ustaz tersebut sedang bersih-bersih dan tak sengaja membuang papan yang ada pakunya. Tanpa disengaja terkena korban yang hendak mandi. Istilahnya ‘apes e uwong’. Jadi, takdir siapa yang bisa merencanakan,” kata Mohammad Kanzul Fathon.(jar/lio)

Exit mobile version