Kota Malang, blok-a.com – Kebakaran lahan mendominasi penanganan petugas Pemadam Kebakaran Kota Malang dalam sepekan terakhir. Dari 15 kejadian kebakaran yang ditangani, 14 di antaranya merupakan kebakaran lahan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan mengatakan, tingginya kejadian kebakaran lahan masih menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau.
“Dalam sepekan terakhir, ada 15 penanganan kebakaran. Hari Minggu ada 4 kebakaran, Senin ada 1, Selasa ada 2, Rabu ada 3 dan Kamis ada 5 kebakaran. Kalau hari ini belum ada laporan,” kata Pandu, Jumat (18/9/2026).
Dari total kejadian tersebut, hanya satu kasus yang merupakan kebakaran rumah. Sementara 14 lainnya terjadi di area lahan, mulai dari lahan perkebunan, lahan kosong hingga tempat penampungan sampah.
Pandu menyebut, sebagian besar kebakaran lahan tersebut berkaitan dengan aktivitas pembakaran. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar.
Salah satu kejadian terjadi pada sebuah pohon besar di Jalan Bogor, Kecamatan Klojen. Api membesar setelah adanya pembakaran sampah dan tumpukan daun di sekitar pangkal pohon.
Kondisi pohon yang kering dan berongga membuat api menjalar ke bagian dalam hingga kemudian muncul di bagian atas. Petugas pun harus melakukan pembasahan sekaligus pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau api yang masih tersembunyi.
Menurut Pandu, kondisi serupa juga ditemukan dalam sejumlah kebakaran lahan kosong dan kawasan yang dipenuhi semak.
Selain pembakaran sampah, puntung rokok yang dibuang sembarangan juga berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika jatuh di area yang kering.
“Jadi puntung rokok dibuang sembarangan. Kemudian tanpa disadari 2-3 jam setelahnya sudah menjadi api yang besar,” ungkapnya.
Karena itu, Pandu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di sekitar lahan kering.
“Jangan membuang puntung rokok sembarangan di musim kemarau ini. Karena kalau itu jatuh di area lahan kering, akan sangat cepat merembet menjadi kebakaran,” tuturnya.
Kewaspadaan juga perlu dilakukan di lingkungan rumah. Masyarakat diminta memeriksa instalasi listrik, kondisi kabel, sambungan perangkat elektronik hingga regulator LPG untuk mengantisipasi potensi kebakaran dari dalam rumah.
Secara akumulatif, UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang mencatat 85 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga 31 Agustus 2026.
Agustus menjadi bulan dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi sementara, yakni mencapai 38 kejadian.(bob)




