Update Pembangunan Jembatan Lembah Dieng, Kini Bisa Dilewati Pejalan Kaki

Update Pembangunan Jembatan Lembah Dieng, Kini Bisa Dilewati Pejalan Kaki
Jembatan Lembah Dieng nampak sudah bisa dilewati pejalan kaki (blok-a/mg3)

Kota Malang, blok-a.com – Pembangunan Jembatan Lembah Dieng yang ambrol pada April 2022 lalu kini sudah 75 persen.

Namun pembangunan jembatan Lembah Dieng ini terancam molor karena anggaran yang ada sudah habis.

“Sampai saat ini sudah menghabiskan sekitar Rp 1,7 miliar rupiah. Tapi dana yang terkumpul cuma sekitar Rp 1,2 miliar rupiah. Jadi yang Rp 500 juta rupiah itu saja dari dana talangan,” tutur Sutikno, Ketua RW 01 Desa Kalisongo yang merangkap sebagai pimpinan proyek pembangunan jembatan tersebut.

Dana talangan sebesar Rp 500 juta itu datang dari suntikan dana perorangan. Namun Sutikno mengaku bahwa penyuntik dana itu tidak mau disebutkan namanya. Sementara itu, dana Rp 1,2 miliar rupiah yang terkumpul adalah dana swadaya masyarakat setempat dan sumbangan dari berbagai pihak tanpa ada bantuan dari pemerintah.

Per tanggal 29 November 2023, pembangunan jembatan tersebut sudah menunjukkan progress yang signifikan. Jembatan itu sudah bisa dilewati dengan pejalan kaki.

Beberapa orang warga terlihat sudah dapat melintasinya dengan berjalan kaki walau harus melalui tumpukan material.

“Rencananya awal tahun 2024 sudah bisa dilewati umum (kendaraan),” terang Sutikno.

Ia menambahkan, dalam rencana pembangunan jembatan ini akan melalui dua tahap. Saat ini, pembangunan yang sudah mencapai proses 75 persen ini adalah pembangunan tahap pertama.

Dalam tahap pertama ini, pembangunan jembatan didesain dengan model gorong-gorong berpaving yang dibangun di atas urukan. Sementara untuk tahap berikutnya Sutikno mengatakan proyek masih akan menunggu suntikan dana.

“Yang penting bisa dilewati dulu, nanti kira-kira setelah satu-dua tahun semoga bisa dibangun lagi dengan plat beton bertulang,” tuturnya.

Mengenai kendala pembangunan jembatan, Sutikno mengaku ada dua masalah besar yang menjadi penghambat. “Masalah pertama ya datangnya musim hujan ini, yang kedua tentu dana yang masih kurang karena anggaran saat ini sudah habis,” terangnya.

Sutikno mengatakan masyarakat sekitar masih optimis jika jembatan yang menyambungkan antara wilayah Pisang Candi dan Desa Kalisongo itu dapat berfungsi mulai awal tahun 2024 dengan datangnya suntikan dana dari penyumbang baik perorangan maupun badan usaha. “Tetap optimis para penyumbang bisa masuk,” tandasnya. (mg3/bob)