Kota Malang, blok-a.com – Video dugaan aksi asusila sepasang sejoli di Taman Merjosari, Kota Malang, viral di media sosial. Aksi tersebut disebut terjadi saat keduanya berada di area taman pada Jumat (28/8/2026) malam.
Dalam video berdurasi sekitar 15 detik itu, pasangan tersebut terlihat melakukan tindakan tidak pantas di ruang publik. Aksi itu sempat membuat pengunjung lain merasa risih hingga memberikan teguran.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang selaku pengelola taman mengaku belum menerima laporan secara langsung terkait kejadian tersebut.
Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, tindakan asusila di ruang publik jelas tidak diperbolehkan.
“Pastinya itu (mesum di area umum) dilarang. Tetapi, saya belum menerima atau belum dilapori terkait hal itu,” ujar Raymond, Senin (31/8/2026).
Pasca-video tersebut viral, DLH bersama Satpol PP Kota Malang menyiapkan sejumlah langkah untuk memperketat pengawasan di Taman Merjosari.
Salah satunya dengan menambah penerangan agar area taman lebih terang dan terbuka.
“Untuk khususnya Taman Merjosari, supaya tidak terjadi seperti itu lagi, mungkin penerangan jalan atau penerangan taman akan ditambah,” katanya.
DLH juga berencana memasang CCTV di sejumlah titik. Kamera pengawas tersebut nantinya dapat digunakan untuk memantau aktivitas pengunjung sekaligus menjadi bukti apabila terjadi pelanggaran.
Selain CCTV dan penerangan, DLH akan memangkas pohon yang terlalu rimbun agar sejumlah area taman tidak terlalu tertutup.
“Perempesan pohon juga akan kita lakukan, supaya di sana lebih terang dan mendekati masa musim penghujan juga,” ungkap Raymond.
Kepala Satpol PP Kota Malang Prayitno mengatakan, sistem CCTV tersebut nantinya diharapkan bisa terintegrasi dengan pengawasan petugas.
Bahkan, kamera pengawas idealnya dilengkapi pengeras suara sehingga petugas dapat memberikan teguran secara langsung dari jarak jauh.
“Ketika ada yang mulai ada gejala-gejala itu, kita bisa peringatkan dari jauh. Kita punya mata digital di situ,” ujar Prayitno.
Selain CCTV, Satpol PP juga menyiapkan papan peringatan yang menyatakan kawasan taman berada dalam pantauan kamera pengawas.
“Jangka pendek akan kami pasang CCTV dan tanda. Tanda itu bahwa area ini terpantau CCTV Dinas Lingkungan Hidup maupun Satpol PP. Ini untuk antisipasi saja,” tandasnya.
Pengawasan di Taman Merjosari menjadi perhatian karena jumlah personel Polisi Taman (Poltam) yang dimiliki DLH masih terbatas.
Saat ini, DLH hanya memiliki sembilan personel Poltam untuk mengawasi sekitar 90 taman yang tersebar di Kota Malang.
“Kalau di Alun-alun Merdeka, kita sudah kerja sama dengan Satpol PP. Kalau lainnya kan ada 90-an taman, kita hanya punya 9 Poltam,” jelas Raymond.
Ke depan, DLH akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk membagi tugas pengawasan secara lebih merata, termasuk menambah personel di taman yang memiliki tingkat kunjungan tinggi.
“Kedepan kita kerja sama dengan Satpol untuk menambah personel di sana (Taman Merjosari) dan untuk shift taman yang mungkin banyak dikunjungi akan kami tambah,” pungkasnya.




