Kota Malang, blok-a.com – Beredar video melalui grup-grup WhatsApp warga Kota Malang, seorang pria tampak babak belur usai diduga menjadi korban penganiayaan.
Menurut informasi, korban yang sedang duduk sambil memegang hp di jalanan dekat Lapangan Rampal, tiba-tiba dihampiri pelaku dan langsung terjadi aksi penganiayaan.
Dalam video yang beredar, juga terlihat wajah bagian kiri korban terdapat darah mengalir mulai dari bagian rambut kiri melewati pipi hingga dagu.
Tampaknya beberapa pria yang menolong korban mencoba menghentikan pendarahan terduga korban jambret tersebut dengan kapas.
“Rampal, arek jagongan dijambret hpne. Jagongan nde Rampal. Ngarepe KR (Rampal, pria sedang mengobrol dijambret hpnya. Sedang nongkrong di Rampal. Depan KR),” ungkap perekam video sambil menunjukkan dugaan lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun blok-a.com, lokasi kejadian berada di selatan Lapangan Rampal dekat patung replika robot, tepatnya di pinggir jalan di Jalan Urip Sumoharjo, Kesatrian, Blimbing, Kota Malang.
Korban adalah seorang remaja berinisial AR yang saat itu sedang nongkrong bersama temannya wanitanya pada hari Jumat (10/5/2024) dini hari kemarin.
Kini pihak Polresta Malang Kota melakukan penyelidikan atas tindakan kriminal yang motifnya belum diketahui.
“Peristiwa dugaan penganiayaan yang menimpa AR benar, kini anggota Reskrim Mahkota masih melakukan penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto saat dikonfirmasi blok-a.com, Sabtu (11/5/2024) siang.
Dikatakan Danang, menurut pengakuan korban (AR), saat kejadian, kondisi jalanan sedang sepi.
“Ketika keduanya tengah bersantai, tiba-tiba ada dua orang diduga pelaku mendatangi korban saat duduk. Tanpa sebab, dua pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban,” beber Danang.
Korban sempat mencoba memberikan perlawanan untuk melindungi diri. Alhasil ia mendapatkan luka di bagian kepala bagian kiri.
“Korban tiba-tiba dikeroyok oleh 2 orang pelaku. Korban melawan,” imbuh Danang.
Saat ada warga yang melintas, kedua pelaku langsung melarikan diri.
“Hanya saja apa yang menjadi motif pelaku melakukan penganiayaan tersebut masih belum diketahui penyebabnya. Pelaku pun tidak mengambil barang yang dimiliki korban,” tandasnya.(ags/lio)




