Dinkes Kota Malang Akan Kerahkan Ribuan Petugas Medis Untuk Kawal Pemilu 2024

Husnul Muarif menyatakan bahwa Dinkes Kota Malang akan mengerahkan sebanyak mungkin petugas medis di Pemilu 2024 nantinya.
Kadinkes Kota Malang, Husnul Muarif (blok-a/Satria Akbar Sigit)

 

Kota Malang, blok-a.com – Kesehatan para petugas dalam pelaksanaan Pemilu 2024 adalah salah satu hal yang patut diperhatikan. Hal ini mengingat pada tahun 2019 lalu sebanyak hampir 900 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal karena berbagai sebab saat proses pemilihan dan penghitungan suara.

Oleh karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif menyatakan bahwa Dinkes Kota Malang akan mengerahkan sebanyak mungkin petugas medis di Pemilu 2024 nantinya.

“Kita melibatkan sebanyak mungkin tenaga kesehatan yang ada di Kota Malang. Semuanya itu ada sekitar 8 ribuan itu terdiri dari dokter bidan perawat dan lain sebagainya,” terangnya saat diwawancara oleh awak media pada Rabu (24/1/2024).

Untuk teknisnya, Dinkes masih akan berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk KPU. Beberapa kemungkinan yang ada adalah menyiagakan fasilitas kesehatan terdekat untuk menangani kejadian di TPS atau membuatkan sebuah pos kesehatan yang dekat dengan TPS.

“Pola pengamanan penjaganya seperti apa masih nanti dikoordinasikan seperti apa, mungkin beberapa TPS itu ada satu pos kesehatan atau persiapan nanti untuk disepakatinya di luar (wilayah TPS) seperti Puskesmas,” katanya.

Husnul menyebut bahwa petugas medis tidak hanya akan disiagakan saat Pemilu 2024 di Kota Malang berlangsung saja. Tapi beberapa proses yang menyertai seperti penghitungan suara dan rekapitulasi juga akan diperhatikan.

“Nanti pada saat pelaksanaan kita juga dikoordinasikan untuk mendampingi BPS. Kemudian juga pada saat perhitungan sampai pada saat selesai berikutnya, petugas tetap sehat,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menerangkan bahwa seleksi kesehatan adalah salah satu syarat yang harus ditempuh oleh petugas KPPS yang nantinya bertugas di setiap TPS. Mereka yang terpilih adalah yang telah mendapatkan surat kesehatan, sehingga diharapkan nantinya dapat meminimalisir insiden yang berhubungan dengan kesehatan petugas.

“Yang daftar sekitar 17 ribuan, itu kan ada, banyak lah yang tidak memenuhi syaratnya terutama di pemeriksaan dasarnya seperti hipertensi dan diabetes. Kalau tidak memenuhi syarat maka tidak boleh atau tidak mendapatkan surat keterangan sehat,” ungkapnya. (mg3/bob)

Exit mobile version