Kota Malang, blok-a.com – Arema FC memanfaatkan ajang Piala Presiden 2026 sebagai bagian dari pematangan tim sebelum mengarungi kompetisi Super League 2026/2027. Untuk turnamen pramusim tersebut, Singo Edan membawa 27 pemain dengan total 45 orang dalam rombongan resmi.
Pada ajang pramusim ini, Arema FC tergabung di dalam Grup A. Singo Edan akan bersaing dengan tuan rumah Persib Bandung, serta dua tim undangan dari Asia Tenggara, yakni DPMM FC (Brunei Darussalam) dan Tampines Rovers (Singapura). Seluruh pertandingan fase Grup A tersebut akan dipusatkan dan diselenggarakan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, mulai tanggal 25 Juli 2026.
Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan Piala Presiden menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan tim sekaligus memberikan kesempatan bermain bagi para pemain sebelum kompetisi resmi dimulai.
“Tentunya ajang ini menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan skill dan kualitas mereka,†kata pria yang akrab disapa Inal, Kamis (23/7/2026).
Selain menjadi ajang pematangan skuad, Inal menilai Piala Presiden tetap memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menghadirkan antusiasme suporter meski berlangsung di luar kompetisi resmi.
“Bentuk euforia suatu turnamen atau liga yang bisa mengangkat value adalah suporter. Apa pun turnamennya pasti punya euforianya sendiri. Setelah libur panjang, suporter penasaran, jadi atmosfernya terasa,” tuturnya.
Menurutnya, turnamen pramusim juga menjadi kesempatan bagi pemain lokal untuk memperoleh menit bermain di tengah regulasi penggunaan pemain asing yang terus berkembang.
Sementara itu, pemain senior Arema FC, Dendi Santoso, mengaku antusias menyambut Piala Presiden. Ia menilai jeda kompetisi membuat kerinduan suporter terhadap atmosfer sepak bola semakin besar.
“Pasti ada euforianya sendiri. Setelah libur hampir satu bulan tanpa kompetisi, suporter yang mengikuti sepak bola pasti sudah menunggu. Kami juga ingin memberikan hasil terbaik,” ujarnya.
Dendi berharap kehadiran Aremania saat laga tandang dapat menjadi suntikan motivasi bagi tim, selama tetap mengedepankan kondusivitas.
“Kalau ada suporter yang datang tentu sangat membantu dan menambah semangat. Yang penting semuanya tetap kondusif. Aremania sekarang semakin baik dan dewasa,” katanya.
Pemain Arema FC lainnya, Roby Darwis, menilai Piala Presiden menjadi ajang adaptasi sekaligus bekal penting sebelum kompetisi resmi bergulir. Ia juga menilai turnamen pramusim memberi ruang lebih luas bagi pemain muda maupun pemain lokal untuk menunjukkan kualitas mereka kepada tim pelatih.
“Ini jadi ajang adaptasi dan mengenal tim lebih dalam. Targetnya tentu menjadi bekal agar bisa tampil maksimal di liga nanti,” ucap Roby. (yog/bob)



