Gelar Pertemuan dengan PSSI, KONI Kota Malang Fokus Bangkitkan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Ketua KONI Kota Malang, R Djoni Sudjatmoko. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com — KONI Kota Malang mulai memfokuskan perhatian pada kebangkitan pembinaan sepak bola usia dini melalui penguatan kompetisi kelompok umur dan pembenahan organisasi sepak bola di daerah. Hal itu mengemuka dalam pertemuan bersama PSSI Kota Malang yang membahas arah pembinaan sepak bola ke depan.

Ketua KONI Kota Malang, R Djoni Sudjatmoko, mengatakan pembahasan dalam pertemuan tersebut mencakup berbagai hal, mulai dari persiapan musyawarah kota (muskor) PSSI hingga upaya menghidupkan kembali kompetisi usia muda di Kota Malang.

“PSSI ini kan mau muskor juga karena masa kepengurusannya habis. Selain itu, kami membahas bagaimana pola pembinaan sepak bola bisa lebih diaktifkan mulai U-13, U-15, U-17 sampai U-19,” ujar Djoni saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).

Ia menyebut, gairah sepak bola di Kota Malang masih belum sepenuhnya pulih pasca tragedi Kanjuruhan. Trauma yang masih dirasakan masyarakat membuat atmosfer sepak bola dinilai belum kembali normal.

“Kalau ngomong Arema masih traumatik. Beberapa teman-teman masih belum hilang traumanya,” katanya.

Karena itu, KONI bersama PSSI mencoba membangun kembali semangat sepak bola melalui jalur pembinaan usia dini serta menghidupkan Persema Malang sebagai wadah baru pengembangan pemain muda.

“Persema ini mencoba kita bangkitkan lagi mulai dari Liga 4. Targetnya tahun depan bisa naik ke Liga 3,” ungkapnya.

Djoni menilai pembinaan usia dini harus dibarengi dengan kompetisi rutin agar kualitas pemain muda terus berkembang. Untuk itu, tahun ini PSSI Kota Malang direncanakan mulai menggulirkan turnamen kelompok umur.

“Tahun ini kita aktifkan semua. Kalau pembinaan itu pasti ada kompetisi-kompetisi. Kemungkinan mulai sekitar Juli nanti,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembenahan kepengurusan juga menjadi perhatian agar sepak bola Kota Malang diisi sosok-sosok yang benar-benar peduli terhadap perkembangan olahraga. Djoni berharap langkah tersebut menjadi awal kebangkitan sepak bola Kota Malang sekaligus membuka ruang lahirnya bibit-bibit pemain potensial dari kompetisi usia dini.

“Kepengurusannya harus diisi orang-orang yang punya kepedulian di sepak bola dan memang mau membangun,” pungkasnya. (yog/bob)

Exit mobile version