Percasi Kota Malang Bidik 2 Emas di Porprov Jatim X, Try Out Nasional Jadi Kunci

Percasi Kota Malang Bidik 2 Emas di Porprov Jatim X, Try Out Nasional Jadi Kunci (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Percasi Kota Malang Bidik 2 Emas di Porprov Jatim X, Try Out Nasional Jadi Kunci (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Persiapan cabang olahraga (cabor) catur Kota Malang menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X 2027 mulai memasuki tahap Pra Puslatkot. Tahapan ini menjadi ajang pemantauan dan penyaringan atlet sebelum nantinya ditetapkan sebagai bagian dari tim inti.

Pelatih Kepala Percasi Kota Malang, Iqra Moesa Putra, mengatakan atlet yang saat ini mengikuti Pra Puslatkot belum berstatus sebagai skuad utama. Mereka masih menjadi bagian dari tim bayangan sehingga peluang untuk tereliminasi masih terbuka.

“Kalau Puslat Porprov ini kan masih semacam tim bayangan. Jadi belum jadi tim intinya,” kata pria yang akrab disapa Antok tersebut.

Pada fase ini, latihan yang diberikan masih berupa persiapan umum. Percasi belum memberikan program khusus yang diarahkan secara penuh untuk menghadapi pertandingan Porprov.

Seleksi untuk menentukan tim inti dijadwalkan berlangsung sekitar Desember 2026. Dari proses tersebut, Percasi akan memilih 14 atlet yang terdiri dari tujuh putra dan tujuh putri.

“Nanti setelah latihan persiapan umum, pada saat bulan Desember kemungkinan akan ada seleksi untuk menentukan siapa yang akan menjadi tim inti catur Kota Malang, yang biasanya itu 7 putra 7 putri,” tambah Antok.

Karena masih berada pada tahap awal, intensitas latihan atlet juga belum terlalu berat. Percasi belum memberikan latihan fisik secara khusus dalam Pra Puslatkot.

Latihan fisik baru akan diberikan setelah tim inti terbentuk. Antok mengungkapkan, kebutuhan fisik atlet catur lebih diarahkan pada kebugaran dan ketahanan tubuh agar mampu menjaga stamina selama pertandingan.

“Memang harus ada latihan fisik. Latihan fisik catur itu seperti lari 12 sampai 15 menit. Untuk kebugaran. Meski cuaca panas tetap harus, karena untuk kebugaran kan, ketahanan tubuh,” bebernya.

Salah satu tolok ukur yang digunakan adalah kemampuan atlet berlari di Stadion Gajayana. Dengan panjang lintasan 400 meter, atlet ditargetkan mampu menyelesaikan sedikitnya enam hingga tujuh putaran.

“Media larinya contohnya di Stadion Gajayana itu kan 400 meter. Nah, berarti kalau dia bisa mencapai 6 atau 7 putaran berarti udah standar. Kalau dia masih di bawah 5, berarti harus ditingkatkan,” jelas Antok.

Ia menyampaikan, persaingan untuk masuk skuad Porprov juga masih terbuka. Atlet yang saat ini mengikuti pemusatan latihan belum otomatis mendapat tempat di tim inti.

“Jelas. Kalau yang sekarang, masih bisa tereliminasi malah bahasanya. Nanti setelah jadi tim di bulan akhir Desember atau Januari, berarti udah jadi tim inti,” tuturnya.

Dari sisi prestasi, Percasi Kota Malang memiliki modal untuk menatap Porprov Jatim X. Dalam sejumlah kejuaraan terakhir, catur Kota Malang disebut masih berada di kisaran tiga besar Jawa Timur. Pada Kejurprov terakhir, Kota Malang bahkan berada di posisi kedua.

“Jelas kita berada di kisaran 3 besar di Jatim, catur. Berdasarkan hasil Porprov yang lalu dan berdasarkan hasil Kejurprov kita berada di kisaran 3 besar. Terakhir di Kejurprov kemarin kita nomor 2,” imbuh Antok.

Antok menegaskan, target pada Porprov 2027 disusun dengan mempertimbangkan perubahan regulasi usia serta komposisi atlet yang tersedia. Untuk sementara, Percasi Kota Malang membidik dua medali emas.

“Jadi, mungkin juga ada yang sudah pensiun. Jadi paling tidak kita paling berani 2 (medali emas, red) targetnya,” tegas Antok.

Target tersebut masih berpeluang ditingkatkan apabila atlet mendapatkan kesempatan menjalani try out dengan lawan dari luar Jawa Timur. Antok menilai uji tanding di level nasional penting agar atlet tidak hanya berhadapan dengan lawan yang sama di tingkat provinsi.

“Kalau untuk mau ditingkatkan lagi lebih banyak, butuh penekanan seperti try out ke tingkat jenjang yang lebih tinggi. Harus. Kalau nggak kan dia akan melawan pemain-pemain yang sama aja di Jawa Timur, tidak meningkat,” ujarnya.

Percasi setidaknya berharap dapat menggelar satu kali try out nasional sebelum Porprov. Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala karena kegiatan tersebut melibatkan atlet, pelatih hingga official.

“Kalau untuk try out tingkat nasional minimal 1 kali lah. Karena 1 kali aja kekuatan dengan 14 atlet. Kita realistis saja 1 kali dapat, bagus. Tapi kalau nggak sama sekali ya bicara medalinya ya mungkin 2 sudah maksimal,” pungkas Antok. (yog)

Exit mobile version