Kabupaten Malang, blok-a.com – Stadion Kanjuruhan tampaknya tak lagi angker bagi tim tamu. Arema FC kembali menelan kekalahan kandang, kali ini dari Persija Jakarta dengan skor tipis 1-2 pada laga pekan ke-12 BRI Liga 1 2024/2025, Kamis (6/11/2025).
Sempat unggul lebih dulu lewat tendangan bebas Valdeci Moreira di menit ke-11, Singo Edan harus gigit jari setelah Eksel Runtukahu membalik keadaan dengan dua gol cepat di menit 48 dan 50.
Sejak awal peluit dibunyikan, laga berjalan dengan tensi tinggi. Di menit ke-8, Persija sempat mendapat peluang emas setelah Maxwell Souza dijatuhkan Betinho di kotak penalti. Namun, hasil peninjauan VAR menunjukkan Maxwell lebih dulu berada dalam posisi offside, sehingga penalti dibatalkan.
Tiga menit berselang, Arema FC justru membuka keunggulan. Valdeci Moreira sukses mengeksekusi tendangan bebas akurat yang gagal diantisipasi kiper Persija, Eduardo.
Persija berupaya membalas. Di menit ke-21, Allano nyaris menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan kesalahan Johan Alfarizie di lini pertahanan Arema, namun sepakan kerasnya masih bisa ditepis oleh Lucas Frigeri.
Memasuki babak kedua, tekanan Persija meningkat drastis. Melalui skema serangan cepat, Eksel Runtukahu mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-48. Dua menit berselang, pemain bernomor punggung 98 itu kembali menjadi mimpi buruk bagi Singo Edan lewat sundulan tajam yang membawa Persija berbalik unggul 1-2.
Arema berupaya bangkit. Peluang emas hadir di menit ke-60 lewat aksi Alfarizie, namun kiper Eduardo tampil gemilang menepis tendangan kerasnya. Persija bahkan hampir menambah keunggulan di menit ke-63, tapi sepakan Allano melambung tinggi.
Pertandingan semakin panas di menit-menit akhir. Julian Guevara diganjar kartu merah langsung usai tekel keras terhadap pemain Persija di menit ke-83. Ketegangan memuncak di waktu tambahan saat Jodi Amat juga diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua.
Insiden memanas kembali terjadi di penghujung laga ketika Allano dilanggar keras oleh Paulinho. Protes keras mewarnai pinggir lapangan, hingga wasit mengeluarkan tiga kartu merah tambahan dua untuk ofisial Persija dan satu untuk ofisial Arema FC.
Kemenangan ini membawa Persija Jakarta naik ke posisi kedua klasemen, sementara Arema FC tertahan di peringkat sembilan.
Pelatih Arema FC Marcos Santos tak menutupi kekecewaannya. Ia menyebut kelelahan menjadi faktor utama kegagalan timnya mempertahankan keunggulan.
“Pertandingan yang sangat sulit. Waktu dari Padang ke Malang tidak banyak dan jaraknya jauh. Babak pertama skema taktik kita luar biasa, tapi babak kedua langsung kebobolan dua gol,” ujar Marcos Santos.
Pelatih asal Brasil itu pun menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh Aremania yang hadir langsung di Stadion Kanjuruhan.
“Minta maaf sama Aremania hari ini, dan terima kasih kepada pemain karena sudah kerja keras,” pungkasnya.
Sebanyak 10.314 suporter dari kedua tim memenuhi Stadion Kanjuruhan—memecahkan rekor laga kandang Arema FC sebelumnya yang mencatat 5.400 penonton saat melawan Persib Bandung.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Singo Edan di kandang. Dari empat laga terakhir di Stadion Kanjuruhan, Arema selalu kalah—masing-masing dari Dewa United (1-2), Persib Bandung (1-2), Borneo FC (1-3), dan kini Persija Jakarta (1-2). (yog)




