Kota Malang, blok-a.com – Teknologi artificial intelligence (AI) kini dapat dijalankan langsung melalui laptop tanpa bergantung pada koneksi internet. Teknologi tersebut diperkenalkan ASUS Republic of Gamers (ROG) melalui konsep Local AI dalam ROG AI Masterclass di Aston Hotel Kota Malang, Jumat (25/9/2026).
Agenda bertajuk “Empowering AI Productivity for Creators & Professionals with ROG” tersebut menjadi wadah bagi pegiat digital, profesional, dan pekerja kreatif untuk memahami perkembangan AI sekaligus mencoba langsung perangkat ROG. Malang menjadi kota kedua dalam rangkaian ROG AI Masterclass setelah sebelumnya digelar di Yogyakarta.
Product Marketing ASUS ROG Indonesia, Vania Margonoharto, menjelaskan Local AI memberikan sejumlah keuntungan bagi pengguna. Salah satunya berkaitan dengan privasi data karena proses AI berlangsung langsung di perangkat tanpa harus mengirimkannya ke layanan cloud.
“Yang pertama, yang udah pasti, data privacy. Karena ini dijalaninya di laptop sendiri. Terutama pekerja di bidang finance yang mau menganalisa laporan keuangan, itu gak mau sampai bocor ke mana-mana, bisa dijalankan secara lokal,” kata Vania, Jumat (25/9/2026).
Manfaat berikutnya adalah kemampuan menjalankan AI tanpa bergantung pada koneksi internet. Pengguna tetap dapat memanfaatkan AI ketika sedang berada di pesawat, kereta, atau lokasi dengan jaringan yang tidak stabil.
Selain itu, Vania juga menyoroti fleksibilitas dalam memilih model AI. Pengguna tidak harus bergantung pada model tertentu yang disediakan platform AI berbasis cloud. Pengguna, kata dia, bisa menyesuaikan model yang digunakan berdasarkan kebutuhan.
“Kalau di laptop ASUS ROG, model AI yang digunakan bisa bebas. Mau pakai LLM, mau pakai Qwen, mau pakai Ollama, itu bebas disesuaikan dengan kebutuhan dan juga yang ingin dicapai oleh end user-nya,” jelasnya.
Di sisi lain, penggunaan AI secara lokal juga membutuhkan perangkat yang mampu menangani beban kerja tinggi. Karena itu, ASUS ROG mengandalkan sistem cooling untuk mempertahankan performa laptop saat digunakan menjalankan AI secara terus-menerus.
Pemrosesan langsung di perangkat juga membuat penggunaan AI tidak bergantung pada sistem token seperti layanan berbasis cloud. Vania menilai, skema tersebut membuat pengguna dapat menjalankan AI secara lokal tanpa biaya yang mengikuti jumlah token pemakaian.
Konsep Local AI tersebut menjadi bagian dari materi yang diberikan dalam ROG AI Masterclass. ASUS ROG berkolaborasi dengan Mindplace menghadirkan sesi workshop dan diskusi interaktif bersama La Junta, Content Creator dari Mindplace.
Peserta diajak memahami perkembangan ekosistem AI modern melalui studi kasus dan demonstrasi. Materinya mencakup pembuatan workspace berbasis AI, perancangan workflow untuk meningkatkan produktivitas, penggunaan AI Agent untuk mengotomatisasi tugas, hingga penerapan Local AI.
Selain sesi edukasi, peserta mendapat kesempatan mencoba langsung sejumlah laptop gaming ROG dan ASUS TUF Gaming. Beberapa perangkat yang dapat dicoba antara lain ROG Zephyrus Duo, ROG Flow Z13 Kojima Productions, ROG Zephyrus G16, ROG Strix SCAR 18, ASUS TUF Gaming F16, dan ASUS TUF Gaming A14.
Salah satu perangkat yang menjadi perhatian dalam acara tersebut adalah ROG Zephyrus Duo. Perangkat ini dihadirkan sebagai salah satu inovasi ROG. Namun, Vania mengatakan stok ROG Zephyrus Duo di tingkat distributor telah habis dan ASUS tidak akan kembali mendatangkannya ke Indonesia.
“Ada beberapa stok yang mungkin masih ada di teman-teman partner, tapi kita sudah tidak akan mendatangkannya lagi ke Indonesia. Jadi di distributor sudah habis semuanya,” ujar Vania.
ROG kemudian turut memperkenalkan lini lain seperti ROG Strix G dan ASUS TUF Gaming. Menurut Vania, perangkat tersebut dikenalkan agar masyarakat mengetahui pilihan laptop ROG tidak hanya terbatas pada laptop gaming dengan dua layar.
“ASUS ROG itu tidak hanya soal laptop gaming dua layar. Ada juga laptop gaming yang bisa digunakan dengan harga yang mungkin lebih terjangkau, tetapi performanya tidak kalah powerful,” jelas Vania.
Pilihan perangkat tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas pengguna. Salah satunya ROG Flow Z13 yang berukuran 13 inci dengan bobot sekitar 1,2 kilogram dan menggunakan prosesor AMD Ryzen AI Max. Menurut Vania, perbedaan karakter perangkat tersebut kembali pada kebutuhan pengguna, terutama antara mobilitas dan performa.
“Kalau yang ingin efisiensi daya, biasanya orangnya ingin pakai di luar. Makanya ada di laptop yang lebih kecil. Tapi kalau yang penting performa, itu diberikan di ROG Strix,” pungkasnya. (ber)




