Kota Batu, blok-a.com – Jawa Timur Park Group (JTP Group) menegaskan komitmennya dalam mengembangkan wisata berbasis edukasi atau edutainment di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Jawa Timur Park Group Media Gathering: 25 Tahun Jawa Timur Park Group Berkarya untuk Bangsa.
Direktur Jawa Timur Park Group, Ir. Suryo Widodo, mengatakan perjalanan 25 tahun JTP merupakan hasil dari komitmen panjang untuk menghadirkan inovasi di sektor pariwisata.
“Selama 25 tahun, Jawa Timur Park Group terus berupaya menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukasi bagi pengunjung,” ujar Suryo Widodo.
Ia menegaskan, konsep edutainment akan terus menjadi fondasi pengembangan destinasi wisata JTP ke depan.
“Kami percaya bahwa pariwisata memiliki peran besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia, sehingga konsep edutainment akan terus menjadi fondasi pengembangan Jawa Timur Park Group ke depan,” tambahnya.
Saat ini, JTP Group telah mengelola lebih dari 20 theme park, empat museum, enam hotel, serta pusat perbelanjaan yang sebagian besar berada di Kota Batu.
Tak hanya itu, pengembangan destinasi wisata juga dilakukan di berbagai daerah di Indonesia melalui sejumlah tempat wisata seperti Wisata Bahari Lamongan, Banyuwangi Park, hingga Krakatau Park.
Dalam momentum 25 tahun ini, JTP juga memperkenalkan kolaborasi dengan seniman visual Indonesia Muchlis Fachri atau Muklay. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan media gathering yang dihadiri lebih dari 150 insan media dari berbagai daerah.
Selain memperkenalkan kolaborasi tersebut, kegiatan ini juga menghadirkan sesi talkshow dan dialog bersama manajemen JTP Group, yakni Direktur JTP Ir. Suryo Widodo, Rio Imam Sendjojo, dan Ronny Sendjojo.
Dalam sesi tersebut, manajemen memaparkan perjalanan 25 tahun JTP serta arah pengembangan destinasi wisata di masa mendatang.
Salah satu rencana pengembangan yang disiapkan adalah pembangunan Hotel Tertawa di kawasan Jawa Timur Park 3. Hotel ini dibangun di atas lahan sekitar 12.000 meter persegi dan akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata terpadu.
Hotel tersebut nantinya akan berada bersebelahan dengan Batu Sport Center, sebuah fasilitas olahraga yang dirancang tidak hanya untuk aktivitas olahraga, tetapi juga penyelenggaraan berbagai event besar seperti konser dan kegiatan hiburan lainnya.
Selain itu, JTP Group juga tengah menyiapkan Museum Mega Science Center dan Budaya, sebuah museum interaktif dengan ratusan alat peraga yang memperkenalkan pengetahuan budaya, sains, dan teknologi kepada pengunjung.
Museum ini akan menghadirkan berbagai zona pembelajaran, mulai dari zona budaya yang mengangkat sejarah dan peradaban Nusantara hingga zona sains yang mencakup bidang antariksa, fisika, biologi, kimia, fenomena bencana alam, serta perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
Tak hanya itu, JTP juga melakukan inovasi melalui transformasi sejumlah destinasi wisata. Salah satunya melalui rebranding Predator Fun Park menjadi Batu Ekonomis Park agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, Klub Bunga Butik Resort juga akan bertransformasi menjadi Klub Bunga Theme Park Hotel yang menghadirkan lebih dari 20 wahana permainan yang terintegrasi dengan fasilitas hotel.
Melalui berbagai inovasi tersebut, JTP Group menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata favorit masyarakat Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung,” kata Suryo.
Ia menambahkan, JTP Group menargetkan dapat menghadirkan minimal tiga wahana baru setiap tahun sebagai bagian dari konsistensi dalam pengembangan destinasi wisata.




