Bidik 6 Juta Wisatawan, Kabupaten Malang Genjot Akses dan Kalender Event

Wisata alam Pantai Serang Kabupaten Blitar. (blok-a.com/Fajar)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Potensi wisata Kabupaten Malang yang melimpah terus dioptimalkan untuk mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Mulai dari wisata alam, desa wisata, hingga wisata buatan, seluruhnya menjadi modal utama Pemkab Malang untuk menargetkan lonjakan wisatawan pasca pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyebut jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai lebih dari 5 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 51 ribu di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.

“Kalau Jalan Gondanglegi–Bantur bisa tuntas pada akhir 2026, saya yakin nanti 2027 mencapai 6 juta,” kata Firmando, Senin (9/1/2026).

Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan kesiapan pengelola destinasi wisata, khususnya dalam menerapkan konsep sapta pesona. Konsep sadar wisata ini meliputi aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

“Pengelola destinasi ini harus memikirkan bagaimana memberi kenyamanan dan kenangan bagi wisatawan,” tambahnya.

Firmando juga mengaitkan jumlah kunjungan wisata dengan kondisi ekonomi global. Ketika ekonomi melemah, daya beli masyarakat cenderung turun sehingga minat berwisata ikut menurun. Sebaliknya, saat kondisi ekonomi stabil, jumlah kunjungan wisatawan berpotensi meningkat.

Meski demikian, Disparbud Kabupaten Malang terus berupaya meningkatkan angka kunjungan wisata. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun kalender event pariwisata sebagai sarana promosi.

Kalender event tersebut akan menjadi acuan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara agar kunjungan mereka bertepatan dengan pelaksanaan berbagai kegiatan dan festival di Kabupaten Malang.

“Bukan hanya event yang kami selenggarakan. Event yang diselenggarakan stakeholder lain seperti perhotelan dan lembaga kesenian juga kami kumpulkan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, Singhasari Jayanti Festival 2025 yang digelar di pelataran Candi Singosari menjadi salah satu event yang mampu menarik kunjungan wisatawan. Selain itu, peringatan hari-hari besar nasional, seperti Hari Kesehatan Nasional (HKN), juga diharapkan dapat dikemas dengan kegiatan kesenian yang berdampak pada kunjungan wisata.

Firmando memaparkan, penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci pengembangan pariwisata di tengah keterbatasan anggaran. Melalui kolaborasi tersebut, pariwisata diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata.

“Di tengah keterbatasan anggaran, kami terus meningkatkan kolaborasi dan kerja sama seluruh stakeholder untuk mendorong pariwisata Kabupaten Malang,” pungkasnya. (yog/bob)

Exit mobile version