Jadi Destinasi Favorit, Wisatawan Domestik ke Kota Malang Tembus 908 Ribu

Muncul Aduan Warga Soal Parkir Kayutangan Heritage Bisa Dibooking, Ini Kata Dishub Kota Malang
Ilustrasi Kayutangan Heritage (blok-a/Dhimas)

Kota Malang, blok-a.comWisatawan domestik masih menjadikan Kota Malang sebagai destinasi favorit mereka. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, jumlah kunjungan wisatawan nusantara sepanjang Mei 2026 mencapai 908.328 perjalanan. Angka tersebut meningkat 6,65 persen dibandingkan April 2026 yang mencatat 851.692 kunjungan.

Meski menunjukkan tren positif secara bulanan, capaian itu masih berada di bawah periode yang sama tahun lalu. Pada Mei 2025, jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Kota Malang tercatat sebanyak 938.681 orang, atau sekitar 3,23 persen lebih tinggi dibandingkan Mei tahun ini.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, mengatakan kenaikan jumlah kunjungan dari bulan sebelumnya menjadi sinyal aktivitas sektor pariwisata terus bergerak. Namun demikian, capaian secara tahunan masih perlu ditingkatkan.

“Pada Mei 2026 jumlah wisatawan nusantara tujuan Kota Malang mencapai 908.328 kunjungan atau meningkat 6,65 persen dibandingkan April 2026. Meski demikian, secara tahunan masih tercatat turun 3,23 persen dibandingkan Mei 2025,” kata Umar.

Di sisi lain, mobilitas masyarakat Kota Malang untuk melakukan perjalanan wisata juga mengalami peningkatan. Selama Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara asal Kota Malang mencapai 931.438 perjalanan. Jumlah tersebut naik 18,41 persen dibandingkan April 2026 dan tumbuh 18,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Umar menambahkan, meningkatnya aktivitas perjalanan tidak terlepas dari banyaknya hari libur dan berbagai agenda yang berlangsung selama Mei, mulai dari libur nasional, kegiatan keagamaan, konser musik, hingga ajang olahraga.

“Berbagai momentum libur nasional dan penyelenggaraan event selama Mei menjadi salah satu faktor yang mendukung meningkatnya mobilitas wisatawan, baik yang datang ke Kota Malang maupun masyarakat yang melakukan perjalanan wisata,” tambahnya.

Meningkatnya arus wisatawan turut berdampak pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kota Malang pada Mei 2026 tercatat sebesar 43,48 persen atau naik 2,79 poin dibandingkan April yang berada di angka 40,69 persen.

Capaian tersebut juga melampaui rata-rata tingkat hunian hotel di Jawa Timur maupun nasional. TPK Kota Malang tercatat lebih tinggi 8,26 poin dibandingkan rata-rata Jawa Timur dan unggul 4,81 poin dari rata-rata nasional.

Hotel berbintang masih menjadi pilihan utama wisatawan dengan tingkat okupansi mencapai 52,50 persen. Sementara hotel nonbintang dan akomodasi lainnya membukukan tingkat hunian sebesar 34,54 persen, yang juga mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

“Tingkat penghunian hotel di Kota Malang pada Mei 2026 masih berada di atas rata-rata Jawa Timur maupun nasional. Hal ini menunjukkan sektor akomodasi tetap memiliki daya tarik di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan,” ungkap Umar.

Sementara itu, rata-rata lama menginap wisatawan belum mengalami perubahan berarti. Selama Mei 2026, tamu hotel menghabiskan waktu rata-rata 1,32 hari di Kota Malang.

Untuk hotel berbintang, rata-rata lama menginap mencapai 1,44 hari, sedangkan hotel nonbintang berada di angka 1,18 hari. Kondisi tersebut menunjukkan mayoritas wisatawan masih memilih kunjungan singkat selama satu hingga dua malam.

BPS juga mencatat pasar domestik masih menjadi penopang utama industri perhotelan di Kota Malang. Sebanyak 97,11 persen tamu hotel merupakan wisatawan nusantara, sementara wisatawan mancanegara hanya menyumbang 2,89 persen dari total tamu yang menginap.

“Komposisi tamu hotel di Kota Malang masih didominasi wisatawan nusantara. Ini menunjukkan pasar domestik masih menjadi penopang utama sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Malang,” pungkasnya. (yog/bob)

Exit mobile version