Liburan Maulid Nabi, Yuk Kunjungi 5 Masjid Viral dengan Desain Menarik di Malang

Liburan Maulid Nabi, Yuk Kunjungi 5 Masjid Viral dengan Desain Menarik di Malang
Liburan Maulid Nabi, Yuk Kunjungi 5 Masjid Viral dengan Desain Menarik di Malang

Blok-a.com, MalangMalang, selain dikenal sebagai kota pendidikan dan wisata, juga memiliki sejumlah masjid dengan arsitektur yang unik dan memukau.

Beberapa di antaranya bahkan menjadi viral di media sosial, menarik perhatian karena desain yang berbeda dari masjid pada umumnya.

Perpaduan antara elemen tradisional dan modern yang diterapkan di masjid-masjid ini menjadikannya tidak hanya sebagai tempat beribadah. Tetapi juga destinasi wisata religi yang mengesankan.

Bagi pecinta arsitektur dan wisata religi, masjid-masjid di Malang menawarkan pengalaman visual yang memanjakan mata serta menginspirasi.

Belakangan ini, masjid-masjid di daerah ini menjadi sorotan publik. Terutama karena desain arsitektur yang menarik dan unik.

Beberapa masjid bahkan viral di media sosial, menarik perhatian wisatawan dan umat Muslim dari berbagai daerah. Dengan adanya liburan Maulid Nabi Muhammad SAW, tidak ada salahnya untuk berlibur dan mengunjungi masjid-masjid tersebut.

Berikut adalah lima masjid di Malang yang wajib dikunjungi saat liburan Maulid Nabi Muhammad SAW di Malang:

1. Masjid Tiban Turen

Masjid Tiban menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik perhatian banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Turen ini memiliki daya tarik tersendiri berkat arsitektur bangunannya yang megah, penuh ornamen, serta kisah-kisah misteri di balik pembangunannya.

Masjid Turen berlokasi di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya yang strategis membuat masjid ini mudah dijangkau dari pusat Kota Malang, baik dengan kendaraan pribadi maupun umum. Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung, disarankan untuk datang pada pagi atau sore hari agar dapat menikmati keindahan masjid dengan nyaman.

Dengan perpaduan keindahan arsitektur, kisah misteri, serta suasana religius yang kental, Masjid Turen di Malang menjadi salah satu ikon wisata religi yang tak boleh dilewatkan bagi para pengunjung yang berwisata ke Jawa Timur.

Masjid Turen berdiri dengan megah di atas lahan yang cukup luas dan memiliki desain arsitektur yang sangat unik, perpaduan antara gaya Timur Tengah, India, dan Jawa. Masjid ini terdiri dari beberapa lantai dengan ruang-ruang yang luas, dinding-dinding berornamen rumit, serta menara-menara tinggi yang menjulang. Tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, masjid ini juga memiliki berbagai fasilitas lain seperti aula besar, taman, hingga kolam yang menambah keindahan bangunannya.

Salah satu hal yang membuat Masjid Turen terkenal adalah legenda di balik proses pembangunannya. Konon, masjid ini didirikan dalam waktu semalam oleh makhluk-makhluk gaib. Banyak warga yang meyakini bahwa tidak ada aktivitas pembangunan yang terlihat secara kasat mata, namun tiba-tiba masjid tersebut berdiri dengan megah. Meskipun legenda ini telah beredar luas, pihak pengelola masjid telah menjelaskan bahwa pembangunan masjid dilakukan secara bertahap oleh para santri di pondok pesantren yang berada di kawasan tersebut.

2. Masjid Jami’ Malang

Masjid Agung Jami’ Malang, salah satu masjid tertua dan terbesar di Kota Malang, terus menjadi simbol keagungan Islam dan pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat setempat.

Masjid Jami’ Malang berlokasi di Jalan Merdeka Barat No.3, Klojen, tepat di pusat Kota Malang. Letaknya yang berdampingan dengan Alun-Alun Malang menjadikannya sangat mudah diakses, baik oleh wisatawan maupun warga lokal. Pengunjung dapat menikmati keindahan masjid sekaligus mengunjungi berbagai destinasi wisata lainnya yang berada di sekitar alun-alun.

Dengan keindahan arsitektur, sejarah yang kaya, serta peranannya sebagai pusat kegiatan keagamaan, Masjid Agung Jami’ Malang terus menjadi kebanggaan umat Muslim dan masyarakat Kota Malang. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga sebagai saksi bisu dari perjalanan panjang sejarah Islam di Malang.

Masjid Jami’ Malang mulai dibangun pada tahun 1890 dan selesai pada tahun 1903. Pendirian masjid ini dipelopori oleh tokoh-tokoh ulama dan masyarakat Muslim Malang, yang saat itu merasa perlu adanya tempat ibadah besar untuk menampung jamaah

Bangunan ini memiliki desain arsitektur yang unik, memadukan gaya Jawa Kuno dengan pengaruh arsitektur Arab. Salah satu ciri khas yang menonjol adalah adanya atap tumpang berbentuk limasan, seperti yang lazim ditemui pada masjid-masjid tradisional di Jawa. Di samping itu, pengaruh gaya arsitektur kolonial Belanda juga terlihat pada beberapa elemen bangunan, menjadikan masjid ini sebagai perpaduan arsitektur yang sarat nilai sejarah.

Masjid ini juga menjadi salah satu lokasi penting dalam peringatan hari-hari besar Islam di Malang, seperti Maulid Nabi, Isra Mi’raj, serta perayaan Idul Fitri dan Idul Adha. Acara-acara tersebut biasanya dihadiri oleh tokoh-tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah setempat, menjadikan Masjid Jami’ sebagai ikon spiritual dan sosial di Kota Malang.

3. Masjid Muhammad Cheng Hoo

Masjid Muhammad Cheng Hoo di Kota Malang menjadi salah satu ikon wisata religi yang menarik perhatian karena arsitekturnya yang unik dan latar belakang sejarahnya yang menggambarkan perpaduan budaya. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Islam, tetapi juga simbol toleransi dan persatuan antara berbagai kebudayaan di Indonesia, terutama antara budaya Tionghoa dan Islam.

Masjid yang terletak di Jalan Raya Ketawang, Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Letaknya yang berada di tengah kota membuatnya mudah diakses oleh masyarakat dan wisatawan.

Masjid ini dibangun oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dan diresmikan pada tahun 2015. Nama Muhammad Cheng Hoo diambil dari Laksamana Cheng Hoo (Zheng He), seorang tokoh Muslim keturunan Tionghoa yang sangat dihormati di Indonesia, khususnya dalam sejarah penyebaran Islam. Cheng Hoo dikenal sebagai sosok yang mempromosikan hubungan damai antara Tiongkok dan Nusantara selama perjalanan maritimnya.

Masjid Muhammad Cheng Hoo di Malang menonjol dengan desain arsitekturnya yang terinspirasi dari gaya arsitektur Tionghoa. Masjid ini berbentuk seperti kelenteng, dengan atap melengkung khas bangunan Tionghoa yang dilengkapi dengan ornamen-ornamen berwarna merah, hijau, dan emas. Meskipun mengusung desain Tionghoa, masjid ini tetap mempertahankan elemen-elemen khas Islam, seperti kubah kecil dan kaligrafi Arab di dinding-dindingnya.

4. Masjid Sabilillah

Masjid Sabilillah yang terletak di Jalan A. Yani, Kota Malang, merupakan salah satu masjid megah yang menjadi ikon religius dan bersejarah. Masjid ini tidak hanya dikenal sebagai tempat ibadah umat Islam, tetapi juga sebagai simbol perjuangan rakyat Malang dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Masjid Sabilillah berdiri dengan arsitektur yang megah dan artistik, menampilkan gaya tradisional Jawa yang berpadu dengan nuansa modern. Kubah masjid yang besar menjadi salah satu ciri khasnya. Dihiasi dengan ornamen kaligrafi indah dan ukiran-ukiran bernuansa Islami. Bangunan masjid ini memiliki 17 anak tangga di pintu masuknya, yang melambangkan tanggal 17 Agustus, sebagai hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sementara, tinggi menara masjid mencapai 45 meter, mengingatkan pada tahun kemerdekaan, yaitu 1945. Desain ini menggambarkan betapa eratnya kaitan masjid ini dengan perjuangan bangsa.

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Sabilillah juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Di dalam kompleknya terdapat ruang serbaguna, perpustakaan, dan sekolah agama yang menyediakan pendidikan bagi masyarakat sekitar. Hal ini menjadikan masjid ini sebagai pusat aktivitas keagamaan, sosial, dan pendidikan bagi umat Muslim di Kota Malang.

5. Masjid Manarul Huda Cengger Ayam

Terletak di kawasan Cengger Ayam, Kecamatan Lowokwaru, menjadikan Masjid Manarul Huda mudah diakses oleh warga Malang. Terutama yang berada di wilayah barat kota. Lokasinya yang dekat dengan kampus Universitas Brawijaya dan pemukiman mahasiswa juga membuat masjid ini sering menjadi tempat ibadah dan aktivitas keagamaan bagi mahasiswa yang tinggal di sekitar Cengger Ayam.

Masjid Manarul Huda juga dikenal karena kenyamanannya. Meski tidak semegah masjid-masjid besar di Kota Malang, masjid ini memiliki suasana yang bersih dan asri, dengan ruangan yang cukup luas untuk menampung ratusan jamaah.

Didirikan sejak puluhan tahun lalu, Masjid Manarul Huda telah menjadi simbol kehidupan religius bagi warga Cengger Ayam. Masjid ini awalnya dibangun sebagai fasilitas ibadah sederhana oleh masyarakat sekitar. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan tempat ibadah yang lebih besar, masjid ini pun direnovasi dan diperluas.

Kini, Masjid Manarul Huda telah menjadi pusat kegiatan keagamaan yang selalu ramai oleh jamaah, terutama saat waktu salat lima waktu dan kegiatan keagamaan besar seperti Ramadan dan Idulfitri. Di samping itu, masjid ini juga menjadi tempat pengajaran Al-Qur’an, kajian Islam, dan pengajian rutin yang diikuti oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Penulis: Tegar Putra Firmansyah

Exit mobile version