Kota Malang, blok-a.com – Hai Sobat Wisata, kalian tahu kan kalau Kabupaten Malang memiliki potensi wisata alam yang sangat luar biasa. Salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi adalah Pantai Tanjung Penyu yang berada di kawasan Teluk Asmara, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Pantai ini tidak hanya menawarkan panorama laut yang indah, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda. Selain menikmati suasana pantai, wisatawan dapat mengenal lebih dekat konservasi penyu yang menjadi daya tarik utama di kawasan ini.
Berawal dari Habitat Penyu Bertelur
Nama Pantai Tanjung Penyu ternyata memiliki cerita panjang yang berkaitan dengan keberadaan satwa laut yang dilindungi. Kawasan ini sejak dahulu menjadi lokasi pendaratan penyu untuk berkembang biak dan bertelur.
Pengelola Wisata Pantai Tanjung Penyu, Agus Putra, menjelaskan bahwa penamaan Teluk Asmara dan Tanjung Penyu tidak lepas dari aktivitas alami penyu yang menjadikan kawasan tersebut sebagai habitat berkembang biak.
“Itu adalah tempatnya penyu berasmara. Namanya Teluk Asmara itu bukan manusia yang pacaran di situ. Depannya Teluk Asmara kan laut, penyunya pacaran di situ, nikah di situ. Bertelurnya di Tanjung Penyu,” ungkap Agus.
Hingga saat ini, aktivitas penyu bertelur masih terus ditemukan di kawasan tersebut. Bahkan, beberapa waktu terakhir kembali ditemukan penyu yang naik ke pesisir pantai untuk bertelur.
“Sekarang pun sudah netes lagi, ada yang bertelur lagi,” ujarnya.
Keberadaan penyu tersebut menjadi keunikan tersendiri bagi Pantai Tanjung Penyu. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan pantai, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenal kehidupan satwa laut secara langsung.
Wisata Pantai Sekaligus Edukasi Konservasi Penyu
Pantai Tanjung Penyu mengembangkan konsep wisata yang memadukan rekreasi dan edukasi lingkungan. Di lokasi ini, pengunjung dapat melihat proses konservasi penyu, mulai dari pengamanan telur hingga perawatan tukik sebelum dilepasliarkan kembali ke laut.

Program konservasi ini berawal dari sering ditemukannya induk penyu yang mendarat di kawasan pantai untuk bertelur. Telur-telur tersebut kemudian diamankan agar tidak terancam predator seperti biawak maupun ular.
“Di Tanjung Penyu itu sudah sering kali ada induk penyu mendarat. Induk penyu mendarat, dia bertelur. Bertelur, kita sterilkan tempatnya. Kita jaga supaya tidak dimakan predator,” jelas Agus.
Setelah telur menetas, tukik atau anak penyu akan dirawat sementara di area konservasi hingga kondisinya siap untuk dilepasliarkan ke habitat aslinya.
“Setelah telur itu menetas, kita karantina tukiknya. Yang memindahkan juga didampingi konservasi, BKSDA, dan Dinas Perikanan,” tambahnya.
Agus mengatakan, edukasi konservasi penyu yang tersedia di kawasan wisata tersebut telah berjalan secara resmi dengan pendampingan pihak terkait.
“Edukasi penyu ada, di bawah BKSDA. Kita di bawah konservasi. Itu legal semua,” katanya.
Bagi wisatawan yang ingin melihat langsung tukik maupun mengetahui proses konservasi penyu, tidak ada biaya tambahan yang harus dibayarkan.
“Enggak bayar, cukup lima belas ribu rupiah sesuai tiket masuk,” ujarnya.
Pengunjung juga dapat bertanya langsung kepada petugas mengenai kehidupan penyu, proses penetasan telur, hingga tahapan perawatan tukik sebelum kembali ke laut.
Menghadirkan Suasana Wisata Keluarga
Selain menjadi tempat konservasi penyu, Pantai Tanjung Penyu juga menawarkan konsep wisata keluarga dengan mengutamakan kenyamanan pengunjung.i
Suasana pantai yang tenang membuat lokasi ini cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Wisatawan dapat bersantai di tepi pantai, menggelar tikar, menikmati bekal makanan, hingga mengabadikan momen dengan latar panorama laut Malang Selatan.
Agus Putra mengatakan, konsep yang dibangun adalah menciptakan tempat wisata yang membuat pengunjung merasa nyaman seperti berada di rumah sendiri.
“Kita membuat tempat wisata yang betul-betul pengunjung itu merasa kayak di rumahnya sendiri, kayak di halamannya sendiri. Mereka bisa santai sore-sore bersama anak dan keluarga,” tuturnya.
Menurutnya, rasa nyaman menjadi salah satu alasan wisatawan ingin kembali berkunjung.
“Kalau pengunjung sudah merasa bahwa itu tempatnya rumahku sendiri, ya secara otomatis dia akan balik,” katanya.
Untuk menambah pengalaman wisatawan, pengelola juga terus mengembangkan berbagai fasilitas dan spot foto berdasarkan masukan dari pengunjung melalui media sosial.
Keamanan Pengunjung Jadi Prioritas
Berlibur bersama keluarga tentu membutuhkan rasa aman. Karena itu, Pantai Tanjung Penyu juga memperhatikan aspek keselamatan dengan menyediakan petugas penjaga pantai atau lifeguard.
Petugas bertugas mengawasi aktivitas wisatawan, terutama saat kondisi ombak meningkat atau terdapat pengunjung yang bermain air di area berbahaya.

Selain pengawasan langsung, pengelola juga memasang rambu dan bendera peringatan sebagai penanda batas aman bagi wisatawan.
“Kami pasang bendera merah bukan untuk hiasan. Itu ada artinya. Karena kami sangat menghargai kehadiran pengunjung dan ingin menjaga keselamatan mereka,” jelas Agus.
Wisatawan diimbau mengikuti arahan petugas dan bermain air hanya di zona aman yang telah ditentukan.
Lokasi dan Harga Tiket Pantai Tanjung Penyu
Untuk menuju Pantai Tanjung Penyu, Sobat Wisata dapat menggunakan kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat. Dari pusat Kota Malang atau Stasiun Malang Kota Baru, perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam melalui jalur menuju Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Harga tiket masuk Pantai Tanjung Penyu cukup terjangkau, yakni Rp15.000 per orang. Sementara anak-anak usia balita masih dapat menikmati kawasan wisata ini secara gratis.
Dengan perpaduan panorama alam yang indah, wisata edukasi konservasi penyu, suasana yang nyaman untuk keluarga, serta fasilitas yang mendukung keamanan pengunjung, Pantai Tanjung Penyu menjadi salah satu destinasi wisata menarik yang patut dikunjungi saat menjelajahi Malang Selatan.
Untuk informasi dan reservasi, Sobat Wisata dapat menghubungi pengelola Pantai Tanjung Penyu melalui media sosial resmi Instagram @officialtanjungpenyu.
Referensi destinasi wisata Kabupaten Malang lainnya dapat dilihat melalui website promosi pariwisata Kabupaten Malang di https://matic.malangkab.go.id/. (bob)




