Kabupaten Malang, blok-a.com – Desa Wringinanom di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menawarkan paket wisata lengkap berbasis alam, budaya, hingga edukasi. Berada di ketinggian sekitar 850 meter di atas permukaan laut dengan suhu sejuk berkisar 14–23 derajat Celsius, desa ini menjadi salah satu penyangga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Dikenal sebagai Desa Wisata Dewi Anom, Wringinanom bahkan berhasil menembus 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Tak hanya itu, desa ini juga meraih berbagai penghargaan lain, di antaranya Juara 2 Desa Wisata Maju ADWI 2024 hingga penghargaan kelembagaan sadar wisata.
Keunggulan Wringinanom terletak pada konsep wisata terpadu. Pengunjung tidak hanya disuguhkan panorama alam pedesaan yang asri, tetapi juga pengalaman langsung berinteraksi dengan budaya dan aktivitas masyarakat lokal.
Di sektor edukasi, wisatawan dapat belajar budidaya bunga krisan di Mekarsari Florist, mengenal proses pembuatan sandal handycraft, hingga praktik budidaya selada air. Bahkan, tersedia paket permainan tradisional seperti etek-etek yang sarat nilai budaya.
Selain itu, wisata agro petik jeruk menjadi salah satu daya tarik unggulan. Pengunjung dapat memetik buah langsung dari kebun sekaligus belajar proses budidaya hingga panen dari petani setempat.
Dari sisi budaya, Wringinanom memiliki beragam kesenian khas seperti Tari Baskalan Putri, Tari Pegon, hingga pertunjukan wayang dan gamelan karawitan. Kesenian bantengan dan pencak dor juga menjadi atraksi unik yang mencerminkan kekuatan tradisi masyarakat lereng Semeru.
Bagi pencinta wisata petualangan, tersedia berbagai pilihan aktivitas seperti Banyumoro Tubing dan Sedaer Tubing yang memanfaatkan aliran Sungai Amprong. Selain itu, wisatawan juga dapat mencoba trekking menuju Air Terjun Saripan, camping di kawasan hutan pinus, hingga menjajal fun offroad dengan jalur menantang khas pegunungan.
Tak hanya itu, lokasi Wringinanom yang berada di kawasan Bromo Tengger Semeru menjadikannya strategis sebagai pintu menuju Gunung Bromo, salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, desa ini juga menyediakan berbagai pilihan homestay dengan tarif terjangkau mulai Rp100 ribu hingga Rp350 ribu per malam, lengkap dengan fasilitas dasar.
Pengalaman wisata di Wringinanom semakin lengkap dengan sajian kuliner khas seperti sego empok, sayur selada air, ikan mujaer, hingga sambal terasi yang mencerminkan cita rasa lokal.
Dengan potensi yang dimiliki, Desa Wringinanom menjadi contoh pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal yang mampu menghadirkan pengalaman autentik bagi wisatawan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (yog/bob)




