Kota Malang, blok-a.com – Demi mencapai misi besar menjadikan Kota Malang sebuah kota metropolitan, DPRD Kota Malang dan Pemkot Malang tengah menggodog Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025 – 2045.
Dalam RPJPD, terdapat berbagai macam poin yang akan menjadi acuan Kota Malang dalam melangkah ke depan, terutama dalam menyambut Indonesia Emas 2045 dengan menjadi salah satu kota metropolitan di Indonesia.
Tidak hanya itu, berbagai hal yang berhubungan dengan kebutuhan utama masyarakat juga dituangkan dalam rencana pembangunan tersebut.
“Banyak poin-poin yang disampaikan bagaimana Kota Malang akan mengarah ke pemenuhan kebutuhan primer atau kebutuhan terpenting dalam masyarakat dan mengarah kepada Kota Malang menjadi kota metropolitan,” jelas Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika.
Tidak hanya untuk menentukan arah langkah Kota Malang ke depan, penggodogan ini juga dilangsungkan untuk menyambut Pilkada 2024 yang akan dilaksanakan pada November nanti.
“Sesuai amanat undang-undang, bahwa RPJPD adalah roadmap atau GBHN-nya daerah. Dan ini menjelang pilkada diharapkan RPJPD sudah kita sepakati sesuai dengan surat edaran Kementerian Dalam Negeri sebelumnya harus sudah disahkan,” jelas Made.
RPJPD ini akan dikebut pelaksanaannya agar dapat menjadi pedoman para calon kepala daerah Kota Malang dalam menentukan visi misi. Nantinya, diharapakan calon terpilih memiliki visi misi yang sesuai dengan apa yang sudah disepakati sehingga kedepannya pembangunan di Kota Malang semakin terarah.
“Nanti akan jadi acuan Pilkada juga, tepatnya di visi misi calon. Visi misi calon yang sudah ditetapkan KPU Kota Malang tidak boleh di luar RPJPD yang sudah disepakati Pemerintah Kota Malang untuk roadmap pembangunan Kota Malang pada tahun 2025-2045,” jelas Made.
Saat ini pembahasan ini telah sampai pada tahap penyampaian penjelasan Wali Kota terhadap Ranperda RJPD. Selanjutnya, penyampaian itu akan ditanggapi oleh fraksi DPRD Kota Malang sebelum diteruskan dengan langkah yang lebih teknis.
“Kita agendakan selanjutnya pandangan umum fraksi, lalu kita bentuk pansus, setelah di pansus ini kita perdalam,” jelas Made.








