Bodean Krajan Raih Sertifikat Utama ProKlim, Kabupaten Malang Tambah Satu Prestasi Nasional

Penghargaan kelas utama ajang ProKlim yang diterima oleh Dusun Bodean Krajan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari (ist)
Penghargaan kelas utama ajang ProKlim yang diterima oleh Dusun Bodean Krajan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari (ist)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Kabupaten Malang kembali mencatat prestasi gemilang dalam kancah nasional. Kekinian, Dusun Bodean Krajan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang meraih sertifikat Utama dalam ajang ProKlim (Program Kampung Iklim) yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sekadar informasi, ProKlim adalah program nasional dari KLHK yang melibatkan masyarakat untuk melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal (desa/kelurahan/RW), bertujuan meningkatkan ketahanan iklim dan menurunkan emisi gas rumah kaca melalui kegiatan seperti penghijauan, pengelolaan sampah, energi terbarukan, serta pertanian berkelanjutan, dan memberikan apresiasi bagi kampung yang berhasil.

Dalam penilaian tersebut, Desa Toyomarto yang mendapatkan pendampingan secara intens dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang mampu mengendalikan kekeringan, banjir dan longsor karena terdapat lubang penampung air. Kemudian, masyarakat desa tersebut juga mampu membudidayakan ikan, bioflog, guludan/bedengan, penggunaan paving block di beberapa ruas jalan, terdapat biopori, rorak di kebun kopi, hingga pembuatan struktur pelindung mata air.

Tak hanya itu, konservasi sumber mata air dengan tanaman bambu dan beragam tanaman tegakan, terdapat cek dam/dam penahan banjir, tersedianya daerah retensi air hujan yang dikelola oleh KTH Wonosantri Abadi di sekitar lereng Arjuno. Di sana, terdapat penguat lereng dengan pemasangan bambu, terdapat bangunan terjunan air dan pengendali jurang, monitoring dan pemeliharaan serta pengerukan sedimen sungai terutama dimusim penghujan, meninggikan dan menguatkan struktur bangunan.

Salah satu perwakilan Dusun Bodean Krajan mengatakan selain hal yang disebutkan diatas, peningkatan ketahanan melalui penerapan pola taman, tumpangsari, hidroponik hingga menanam di greenhouse juga telah dilakukan oleh masyarakat.

“Juga terdapat sistem irigasi teknis dan sederhana, adanya kawasan pertanian terpadu dan vertical garden, ternak ikan dalam kolam bioflog, budidaya bibit buah buahan dan perkebunan kopi, penganekaragaman tanaman pangan, wisata petik kopi, tanam buah dalam pot,” katanya.

Ia menambahkan, pengendalian penyakit perubahan iklim juga telah dilakukan kegiatan aktif terhadap pengurasan bak penampung air, memasukkan ikan dalam kolam, aktif membersihkan sungai dan selokan dan Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

“Adanya posyandu, fasilitas kesehatan yang memadai, terdapat jamban disetiap rumah dengan dilengkapi septictank, tersedianya tempat sampah baik di dalam dan luar rumah, warga selalu melaksankan PHBS, setiap rumah memiliki sirkulasi udara yang baik dan dukungan pemberian ASI eksklusif,” tambahnya.

Sementara, Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman berkomitmen untuk meningkatkan aksi adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim kepada masyarakat seperti yang telah diterapkan di Dusun Bodean Krajan Desa Toyomarto.

“Kami juga selalu memberikan pemahaman pentingnya mempertahankan keberlanjutan aksi adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim,” kata Avi, sapaan akrabnya Selasa (9/12/2025).

Adapun komitmen itu, lanjut Avi diwujudkan dengan berbagai pendampingan seperti pengelolaan Sampah seperti pemilahan, pengurangan sampah, pendampingan pemanenan air hujan, pendampingan konservasi sumber mata air.

“Kemudian ada pendampingan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak, pendampingan dalam pemanfaatan energi terbarukan, pendampingan dalam inventarisasi aksi adaptasi hingga mitigasi terhadap perubahan iklim serta pendampingan dalam inventarisasi pada kelembagaan,” pungkas Avi. (yog/bob)