Kota Malang, blok-a.com – Harga daging ayam potong, telur ayam, hingga telur puyuh di Pasar Besar Kota Malang mengalami penurunan sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Para pedagang menilai turunnya permintaan dari rantai pasok MBG ikut memengaruhi harga di tingkat pasar.
Pedagang ayam di Pasar Besar Kota Malang, Laily, mengatakan harga ayam potong kini turun menjadi sekitar Rp30 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga ayam sempat berada di kisaran Rp37 ribu per kilogram.
“Harga ayam sekarang sekitar Rp30 ribu per kilogram. Turunnya mulai awal liburan sekolah,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Menurut Laily, meski dapur MBG membeli ayam langsung dari pabrik, penghentian sementara program tersebut tetap berdampak pada harga di pasar.

“Kalau enggak ada MBG, bukan cuma ayam, sayur, bumbu, termasuk telur juga turun. Dari pabriknya sudah turun, akhirnya di pasar ikut turun,” katanya.
Ia mengaku harga ayam yang lebih murah membuat masyarakat mulai kembali berbelanja di pasar. Jumlah pembeli bahkan disebut meningkat sekitar 20 hingga 25 persen dibanding saat harga masih tinggi.
“Belum ramai, tapi ada peningkatan pembeli sekitar 20 sampai 25 persen,” ungkapnya.
Laily juga berharap ketika MBG kembali berjalan, pemerintah dapat melibatkan pedagang pasar sebagai pemasok bahan pangan, bukan hanya mengambil langsung dari pabrik.
“Kalau bisa MBG ambil ke pedagang kecil juga, jangan langsung ke pabrik. Kami juga ambil barang dari pabrik,” harapnya.
Sementara itu, pedagang sembako Afi Riskia mengatakan penurunan harga juga terjadi pada telur ayam. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp22 ribu per kilogram.
“Yang turun drastis telur. Sekarang sekitar Rp22 ribu per kilogram,” katanya.
Selain telur ayam, harga telur puyuh juga merosot cukup tajam. Saat MBG masih berjalan, telur puyuh sempat menyentuh Rp42 ribu per kilogram karena tingginya permintaan. Kini harganya turun menjadi sekitar Rp28 ribu per kilogram.
“Dulu sampai Rp42 ribu per kilo, sekarang turun jadi Rp28 ribu karena tidak ada MBG,” ujarnya.
Menurut Afi, harga yang lebih terjangkau memberikan keuntungan bagi masyarakat karena daya beli meningkat. Sementara bagi pedagang, kondisi harga yang stabil dinilai lebih baik untuk menjaga kelancaran penjualan.
Ia memperkirakan harga ayam maupun telur berpotensi kembali naik setelah program MBG kembali beroperasi usai masa libur sekolah. (bob)








