Art Meru Debut Lewat Pameran ‘Mukadimah’, Ingin Hidupkan Ekosistem Seni Rupa di Malang

Pameran perdana bertajuk Mukadimah di ArtMeru Gallery menghadirkan karya dari 22 seniman lintas generasi asal Malang dan Jawa Timur (foto: Blok-a.com / M Berril Labiq)
Pameran perdana bertajuk Mukadimah di ArtMeru Gallery menghadirkan karya dari 22 seniman lintas generasi asal Malang dan Jawa Timur (foto: Blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, Blok-a.com – Sebanyak 22 seniman lintas generasi dari Malang dan sejumlah daerah di Jawa Timur ambil bagian dalam pameran seni rupa bertajuk Mukadimah yang digelar di ArtMeru Gallery, Jalan Semeru 14, Kota Malang. Pameran tersebut sekaligus menjadi penanda lahirnya ruang seni baru yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem seni rupa di Kota Malang.

Pameran perdana ini menghadirkan beragam medium karya, mulai dari lukisan, patung, instalasi, toys art, hingga karya new media seperti audio visual dan video mapping. Seluruh karya berasal dari seniman dengan latar belakang dan gaya berkesenian yang berbeda, mulai dari generasi senior hingga perupa muda.

Owner ArtMeru Gallery, Sulung Christian Anggara, mengatakan tema Mukadimah dipilih sebagai simbol langkah awal perjalanan ArtMeru sebagai ruang seni baru dalam membangun ekosistem seni rupa di Kota Malang.

“Kalau temanya Mukadimah karena ini awalan. Kami mengawali sesuatu dengan kolaborasi bersama para seniman sekaligus menandai berdirinya Art Meru,” ujarnya kepada blok-a.com, Sabtu (27/6/2026)

Menurut Sulung, kehadiran 22 seniman dalam pameran perdana ini juga menjadi gambaran semangat ArtMeru untuk mempertemukan berbagai disiplin seni dalam satu ruang.

“Senimannya lintas generasi, dari senior sampai generasi muda. Medium karyanya juga beragam, ada seni rupa murni, patung, toys, sampai new media seperti audio visual dan video mapping,” katanya.

Ia menilai, penggunaan medium new media masih tergolong jarang ditemui dalam ruang pamer seni di Malang. Karena itu, ArtMeru ingin menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung dengan memadukan karya seni konvensional dan teknologi.

Di balik berdirinya ArtMeru, Sulung mengaku berangkat dari keresahan yang selama ini dirasakan para pelaku seni di Kota Malang. Meski memiliki banyak seniman dan aktivitas kreatif yang berkembang, ruang pamer yang layak dan berkelanjutan dinilainya masih sangat terbatas.

“Banyak seniman akhirnya berpameran di kafe, hotel, atau ruang publik. Padahal Malang punya potensi seni rupa yang besar, tetapi ruang yang benar-benar layak dan berkelanjutan untuk pameran masih sangat minim,” ungkapnya.

Berangkat dari kondisi itu, Sulung bersama istrinya, Puspa Agita, mendirikan Tokomeru pada akhir 2023 sebagai concept store yang mewadahi karya kreator lokal. Seiring perjalanan waktu, visi tersebut berkembang setelah berkolaborasi dengan Studio Moara hingga akhirnya melahirkan ArtMeru Gallery.

ArtMeru sendiri menempati bangunan bergaya kolonial di Jalan Semeru yang telah mengalami berbagai perubahan fungsi sejak masa lampau. Kini bangunan tersebut kembali dihidupkan sebagai ruang seni yang mempertemukan karya, seniman, dan masyarakat.

Sulung berharap, kehadiran ArtMeru dapat memperkuat ekosistem seni rupa di Malang sekaligus membuka lebih banyak ruang kolaborasi bagi para pelaku industri kreatif.

“Harapannya ekosistem seni rupa di Malang bisa semakin hidup, semakin kuat, dan menjadi tempat kolaborasi bagi banyak seniman. Malang sebenarnya punya potensi yang besar di dunia kreatif,” ungkapnya.

Tak berhenti pada pameran perdana ini, ArtMeru telah menyiapkan sekitar lima hingga enam agenda pameran setiap tahunnya. Selain itu, galeri tersebut juga membuka peluang bagi para seniman untuk menggelar pameran tunggal maupun berbagai kegiatan seni lainnya.

Selama penyelenggaraan Mukadimah, ArtMeru juga menyiapkan sejumlah agenda pendukung seperti workshop seni, artist talk, hingga bedah karya. Workshop yang disiapkan meliputi keramik, makrame, dan berbagai kelas kreatif lainnya.

Mayoritas karya yang dipamerkan juga diperjualbelikan, dengan kisaran harga mulai Rp2 juta hingga Rp300 juta. Pameran Mukadimah berlangsung selama dua bulan, mulai 26 Juni hingga 26 Agustus 2026, di ArtMeru Gallery, Jalan Semeru, Kota Malang. Sementara, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp15 ribu dan akan mendapatkan merchandise sebagai bagian dari pengalaman mengunjungi pameran tersebut. (ber)