Kabupaten Malang, blok-a.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, terus dipantau hingga Minggu (13/9/2026) kemarin. Luasan area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 478 hektare.
Berdasarkan laporan perkembangan BPBD Kabupaten Malang, kebakaran melanda wilayah Desa Pandesari dan Desa Pujon Kidul. Hingga Minggu malam, sejumlah titik api masih ditemukan di kawasan hutan.
Upaya pemadaman melalui jalur darat saat ini menghadapi kendala. Selain luasnya area terbakar, lokasi titik api berada di medan yang curam sehingga sulit dijangkau petugas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran mengandalkan pemantauan udara dan water bombing menggunakan helikopter.
“Api saat ini sudah tidak bisa dipadamkan lewat darat karena areanya terlalu luas. Posisi api juga berada di tempat yang curam sehingga mengandalkan helikopter untuk melakukan water bombing,” kata Sadono, Senin (14/9/2027).
Namun, upaya water bombing belum dapat dilakukan secara optimal. Helikopter yang melakukan pemantauan pada Minggu disebut belum berani melakukan penyiraman karena kondisi angin cukup kencang.
Hasil pemantauan menunjukkan kawasan Sabana Gunung Butak telah terbakar. Sementara itu, sisi selatan Gunung Kawinajang juga terdampak kebakaran.
“Helikopter setelah melakukan pemantauan keliling tidak berani melakukan water bombing karena angin kencang,” ujarnya.
BPBD bersama Perhutani, kepolisian dan pengelola pendakian terus melakukan koordinasi untuk memantau perkembangan api. Personel juga disiagakan di Posko Bencana Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, mengingat masih ditemukan titik api.
Untuk hari ini pada Senin (14/9/2026), tim gabungan dari Perhutani, kepolisian, BPBD dan relawan berencana melakukan pemantauan melalui jalur pendakian Desa Tulungrejo, Pujon Kidul. Pelaksanaan pemantauan akan menyesuaikan arah angin dan kondisi di lapangan.
Pengelola pendakian Gunung Panderman, Gunung Butak dan Gunung Bokong juga akan melakukan pemantauan hingga Pos 3 Gunung Butak. Sementara water bombing kembali direncanakan apabila kondisi alam memungkinkan.
Hingga laporan terakhir BPBD Kabupaten Malang pada Minggu (13/9/2026) pukul 22.30 WIB, tidak terdapat korban jiwa akibat karhutla tersebut.
“Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Malang, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kota Batu, Basarnas, TNI, Polri, DLH Kota Batu, Forkopimcam Pujon, Perhutani, pemerintah desa, Destana, pengelola pendakian, relawan, serta masyarakat,” pungkasnya. (yog)








