BINUS Malang Luncurkan Program AI, Dorong Mahasiswa Jadi Digital Technopreneur

BINUS Malang luncurkan program AI, dorong mahasiswa jadi digital technopreneur (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)
BINUS Malang luncurkan program AI, dorong mahasiswa jadi digital technopreneur (foto: blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kabupaten Malang, blok-a.com – BINUS University memperluas akses pembelajaran Artificial Intelligence (AI) melalui peluncuran Program Artificial Intelligence di Kampus BINUS, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Senin (14/9/2026). Program ini diarahkan untuk membekali mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi mampu mengembangkan teknologi menjadi solusi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari semangat AI Empowers BINUS, yang mendorong integrasi AI dalam ekosistem pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya dikenalkan pada penggunaan teknologi, tetapi juga aspek pengembangan, penerapan strategis, etika, serta tanggung jawab dalam memanfaatkan AI.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly mengatakan perluasan program tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus untuk membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda dalam menguasai teknologi masa depan.

“Perluasan Program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen BINUS University untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi masa depan,” ujar Dr. Nelly.

Direktur Kampus BINUS Malang, Dr. Robertus Tang Herman, mengatakan penguasaan AI perlu diarahkan pada kemampuan menciptakan solusi yang memberikan manfaat nyata.

“Bagi kami, penguasaan AI tidak boleh berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. Mahasiswa perlu didorong untuk mengembangkan solusi yang relevan, membangun inovasi, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Robertus.

Dari sisi akademik, Program Artificial Intelligence BINUS University dirancang secara multidisiplin. Materinya mencakup fondasi matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, hingga Internet of Things dan robotics.

Mahasiswa juga diarahkan memiliki kemampuan berpikir kritis untuk mengevaluasi hasil yang diberikan AI. Kemampuan tersebut dinilai penting karena perkembangan teknologi yang cepat membuat dunia kerja membutuhkan talenta yang tidak sekadar mampu mengoperasikan perangkat AI.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, mengatakan tantangan generasi muda saat ini adalah membangun kompetensi agar mampu bekerja berdampingan dengan AI. Ia menyebut mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI,” jelas Prof. Derwin.

Kebutuhan kompetensi tersebut juga mendapat perhatian dari dunia industri. CEO PT Orico Teknologi Cerdas, Ikhwan Iqbal, mengatakan perusahaan membutuhkan talenta yang mampu memahami persoalan secara menyeluruh, bukan hanya menguasai berbagai tools AI.

“Industri tidak hanya membutuhkan talenta yang mampu menggunakan berbagai tools AI. Kami membutuhkan individu yang dapat memahami permasalahan secara menyeluruh, mengevaluasi data dan hasil yang diberikan AI, serta mengubah teknologi menjadi solusi atau peluang bisnis yang memberikan nilai nyata bagi perusahaan dan masyarakat,” jelas Ikhwan. (yog)

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.