Bermodal Live TikTok, Penjualan Kambing Kurban Kota Malang Tembus Luar Kota

Bermodal Live TikTok, Penjualan Kambing Kurban Kota Malang Tembus Luar Kota
Penjual hewan kurban lewat live TikTok di Kota Malang (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Di saat banyak penjual hewan kurban membuka lapak di tepi jalan, Lucky Aditya justru memilih berjualan dari dalam gang sempit di kawasan Jalan Lesanpuro Gang 2, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Meski lokasi kandangnya tidak berada di pinggir jalan utama, penjualan kambing kurban miliknya tetap ramai pembeli.

Pria yang akrab disapa Ikul itu mengandalkan live streaming TikTok sebagai cara utama memasarkan kambing kurban di peternakannya yang bernama This Is Farm. Dari siaran langsung tersebut, calon pembeli bisa melihat kondisi kambing secara detail tanpa harus datang langsung ke kandang.

“Karena kami memang tidak buka lapak di pinggir jalan, jadi penjualan dimaksimalkan lewat media sosial, khususnya TikTok,” ujar Ikul.

Strategi tersebut ternyata cukup efektif. Dari total penjualan kambing kurban di kandangnya, sekitar 70 persen berasal dari live streaming media sosial. Sisanya berasal dari relasi dan pembeli yang mengetahui informasi dari teman.

“Kalau dipersentasekan, hampir 70 persen penjualan berasal dari live streaming, 20 persen dari relasi, dan 10 persen lainnya dari orang yang dapat informasi dari teman atau kebetulan datang langsung,” jelasnya.

Menariknya, pembeli kambing kurban di This Is Farm tidak hanya berasal dari Malang Raya. Berkat live streaming, pasar penjualannya kini menjangkau luar daerah seperti Surabaya, Sidoarjo hingga Tangerang.

Ikul mengaku mulai rutin melakukan live streaming sejak Maret 2026. Namun menjelang Hari Raya Idul Adha, intensitas siaran langsung semakin ditingkatkan.

“Awalnya masih pemanasan sejak Maret. Tapi sekarang mendekati Idul Adha, live streaming semakin sering. Dalam sehari bisa sampai dua kali live,” katanya.

Selain menawarkan pembelian secara daring, This Is Farm juga memberikan layanan tambahan berupa free perawatan dan free ongkir untuk wilayah Malang Raya. Pembeli yang sudah deal membeli kambing bahkan bisa memantau perkembangan hewan kurbannya secara berkala lewat video maupun siaran langsung dari kandang.

“Jadi shahibul qurban tetap bisa memonitor kondisi kambingnya kapan saja sampai hari pengiriman,” terangnya.

Untuk menjaga kualitas hewan kurban, perawatan dilakukan secara rutin mulai dari pemberian vitamin, menjaga kebersihan kandang, memandikan kambing hingga pengaturan pola pakan.

Bahkan, Ikul juga memberikan ramuan tradisional berupa campuran gula merah dan air hangat guna menjaga stamina kambing agar tetap sehat.

“Terkadang kami kasih gula merah yang dilarutkan air hangat untuk menambah daya tahan tubuh kambing supaya tidak mudah sakit,” ungkapnya.

Di kandangnya, tersedia berbagai jenis kambing kurban dengan harga bervariasi. Mulai dari kambing Jawa Randubseharga Rp 3 juta hingga Etawa Jumbo dengan harga Rp 6 juta sampai Rp 9 juta. (bob)

Exit mobile version