Fingerboard Kembali Naik Daun di Malang, Nostalgia yang Jadi Hobi Baru

Fingerboard Kembali Naik Daun di Malang, Nostalgia yang Jadi Hobi Baru
Fingerboard Kembali Naik Daun di Malang, Nostalgia yang Jadi Hobi Baru

Kota Malang, blok-a.com – Setelah sempat meredup selama beberapa tahun, mainan fingerboard kembali digandrungi di Kota Malang. Miniatur skateboard yang dimainkan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah ini kembali menjadi buruan kalangan remaja hingga dewasa.

Tren tersebut terlihat di Take Toys Hobby, toko mainan di Jalan Semeru, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Toko yang berdiri sejak 2019 itu belakangan ramai didatangi penggemar fingerboard yang ingin menambah koleksi maupun kembali menekuni hobi lama mereka.

Karyawan Take Toys Hobby, Jordan, mengatakan fingerboard mulai kembali booming sejak awal 2026. Menurutnya, tren ini sebenarnya pernah mencapai puncaknya sekitar 2010 sebelum akhirnya meredup.

“Dulu pernah booming di tahun 2010, lalu agak meredup dan kini kembali booming. Dalam setahun, produsennya bisa rilis empat sampai lima kali tiap seri,” ujarnya ditemui Selasa (7/7/2026).

Di tokonya, fingerboard yang dijual merupakan merek Tech Deck dengan harga sekitar Rp70 ribu per unit. Meski masyarakat kini lekat dengan penggunaan gawai, Jordan menilai kondisi tersebut tidak mengurangi minat terhadap fingerboard.

Menurutnya, mainan ini memiliki pasar yang cukup spesifik. Para kolektor maupun penghobi tetap berburu seri-seri terbaru yang dirilis secara berkala.

“Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, penjualan fingerboard juga kami pasarkan secara daring lewat platform e-commerce. Jadi, tidak hanya mengandalkan penjualan secara fisik di toko,” jelasnya.

Jordan menjelaskan, bermain fingerboard tidak sekadar menggerakkan papan mini. Pemain dituntut menguasai teknik serta keterampilan jari untuk melakukan berbagai trik layaknya bermain skateboard sungguhan.

Sensasi mempelajari hingga berhasil menguasai trik-trik baru menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi orang dewasa yang ingin bernostalgia sekaligus mencari tantangan baru.

“Bermain fingerboard memerlukan teknik dan keterampilan tersendiri, hal inilah yang membedakannya dengan sekadar bermain video game,” terangnya.

Ia menambahkan, konsistensi produsen dalam merilis seri-seri baru turut menjaga antusiasme para penggemar. Karena itu, Jordan optimistis tren fingerboard di Kota Malang masih akan bertahan dalam beberapa waktu ke depan.

“Dengan dirilisnya seri-seri terbaru yang konsisten , tren fingerboard di Kota Malang diprediksi masih akan terus bertahan,” pungkasnya. (bob)

Exit mobile version