Harga BBM Naik, Minat Warga Malang Raya Beralih ke Mobil Listrik Meningkat

Harga BBM Naik, Minat Warga Malang Raya Beralih ke Mobil Listrik Meningkat
Harga BBM Naik, Minat Warga Malang Raya Beralih ke Mobil Listrik Meningkat

Kota Malang, blok-a.com – Minat masyarakat Malang Raya terhadap mobil listrik atau electric vehicle (EV) terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2026. Selain semakin banyaknya pilihan mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik.

Sales Supervisor Jaecoo, Adi Surya, mengatakan Malang Raya menjadi salah satu pasar otomotif terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya. Berdasarkan data registrasi kendaraan baru, setiap bulan terdapat sekitar 1.000 kendaraan roda empat baru yang terdaftar di wilayah Malang Raya.

“Malang Raya merupakan pasar otomotif terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Berdasarkan data registrasi kendaraan baru, rata-rata terdapat sekitar 1.000 kendaraan roda empat baru yang terdaftar setiap bulan di wilayah Malang Raya,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, tren penggunaan kendaraan listrik mulai meningkat signifikan sejak awal 2026, seiring hadirnya mobil listrik di segmen harga menengah.

“Sejak Januari tahun ini, sudah mulai banyak mobil EV dengan harga sekitar Rp300 jutaan. Dulu harga mobil listrik rata-rata masih di kisaran Rp500 juta. Setelah ada pilihan yang lebih terjangkau, peminatnya langsung bergeser,” katanya.

Selain harga kendaraan yang semakin kompetitif, kenaikan harga BBM non-subsidi juga membuat masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif yang lebih hemat biaya operasional.

“Orang mulai berpikir bahwa mobil listrik tidak bergantung pada kebijakan kenaikan BBM. Itu menjadi salah satu pertimbangan utama selain biaya operasional yang lebih hemat,” jelasnya.

Adi menambahkan, kendaraan listrik juga menawarkan keuntungan dari sisi pajak. Saat ini, pemilik mobil listrik masih memperoleh berbagai insentif sehingga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih dibebaskan.

“Pajak tahunan mobil listrik sekitar Rp143 ribu. Itu sebenarnya biaya asuransi. Kalau PKB-nya sendiri masih nol rupiah karena mendapat insentif. Jadi masyarakat bisa menghemat biaya bahan bakar sekaligus pajak,” terangnya.

Keunggulan lainnya adalah biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan mobil bermesin konvensional. Menurutnya, mobil listrik hanya membutuhkan pemeriksaan rutin seperti sistem pendingin baterai, filter udara, kampas rem, hingga pembaruan perangkat lunak tanpa perlu penggantian oli mesin.

“Perawatan EV lebih sederhana. Yang dicek biasanya pendingin baterai, filter udara, kampas rem, dan pembaruan perangkat lunak. Tidak ada penggantian oli seperti mobil biasa,” katanya.

Meski demikian, masih ada sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya yakin beralih ke kendaraan listrik. Pertimbangan utama mereka adalah nilai jual kembali mobil listrik yang dinilai masih rendah serta kekhawatiran terhadap keamanan baterai.

“Mereka masih mempertimbangkan nilai jual kembali dan masih ada kekhawatiran soal keamanan baterai, misalnya takut terbakar,” ujarnya.

Di sisi lain, minat terhadap produk mobil listrik Jaecoo juga terus meningkat. Sejak pemesanan dibuka, sekitar 200 unit telah dipesan konsumen, meski baru sekitar 40 unit yang berhasil dikirim akibat keterbatasan pasokan.

Adi menyebut pemesanan yang semula berkisar 20 hingga 30 unit per bulan pada awal tahun, kini meningkat menjadi sekitar 40 unit per bulan sejak April 2026.

Melihat perkembangan tersebut, ia optimistis pasar kendaraan listrik di Malang Raya masih akan terus bertumbuh. Selain didukung semakin banyaknya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), masyarakat Malang dinilai semakin terbuka terhadap penggunaan kendaraan listrik.

“Saya cukup optimistis dengan pasar Malang Raya. Masyarakatnya lebih terbuka dibanding beberapa daerah lain. Sekarang orang juga sudah tidak fanatik terhadap merek tertentu. Mereka membeli sesuai kebutuhan dan tidak lagi malu menggunakan merek asal China,” pungkasnya. (bob)

Exit mobile version