Kota Malang, blok-a.com – Setiap datangnya bulan suci Ramadan, permintaan buah kurma di Kota Malang selalu mengalami peningkatan. Tradisi mengonsumsi kurma saat berbuka puasa membuat komoditas khas Timur Tengah ini menjadi salah satu produk yang paling diburu masyarakat.
Pantauan di kawasan Jalan Yulius Usman, etalase toko-toko mulai dipenuhi berbagai varian kurma. Pembeli silih berganti datang, baik untuk kebutuhan konsumsi keluarga maupun pembelian dalam jumlah besar untuk dibagikan kembali.
Pemilik toko Raja Kurma, Zakaria Salim, mengatakan penjualan kurma saat Ramadan meningkat drastis dibandingkan hari biasa. Lonjakan permintaan umumnya mulai terasa menjelang Ramadan dan masih tinggi hingga beberapa hari setelahnya.
“Peningkatannya bisa sampai 300 persen dibandingkan hari-hari biasa. Dari hasil keseluruhan termasuk dua cabang kami dan penjualan online, kurma yang terjual per hari bisa mencapai 8 ton,” ujarnya kepada Ketik.com.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya menyiapkan stok kurma dalam jumlah besar jauh hari sebelum Ramadan. Stok disimpan di gudang dan sebagian ditempatkan dalam lemari pendingin agar kualitas tetap terjaga.
Ia menyebutkan, tokonya menyediakan sekitar 20 jenis kurma. Namun, yang menjadi favorit konsumen adalah kurma Sukari, kurma Mesir, dan kurma Ajwa.
“Kurma Mesir banyak diminati karena ukurannya besar dan harganya relatif terjangkau, mulai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram sesuai grade. Sedangkan Ajwa dan Sukari biasanya dipilih karena rasanya lebih premium,” jelasnya.
Salah satu pembeli, Farida, mengaku kurma sudah menjadi menu wajib setiap Ramadan.
“Setiap Ramadan saya selalu stok kurma untuk buka maupun sahur. Biasanya konsumsi Ajwa, tapi sekarang ingin mencoba kurma Lulu,” katanya.
Lonjakan permintaan kurma setiap Ramadan pun menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang, sekaligus menunjukkan kuatnya tradisi konsumsi kurma di tengah masyarakat. (bob)




