Kota Malang, blok-a.com – Kegiatan khitan atau sunat massal yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang di STAIMA Al-Hikam direspon dengan antusiasme yang luar biasa oleh masyarakat Kota Malang.
Acara yang diselenggarakan pada hari Minggu (14/7/2024) ini diikuti oleh 96 anak yang dikhitan secara gratis oleh tenaga profesional dari Al-Fatih Khitan Care.
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang turut hadir dalam khitan atau sunat massal mengapresiasi salah satu kegiatan positif yang telah dilakukan oleh Baznas Kota Malang ini. Wahyu menekankan bahwa kegiatan sosial semacam ini adalah salah satu perpanjangan tangan dari Pemkot Malang melalui Baznas.
“Baznas telah menjadi mitra yang sangat membantu, terutama dalam program-program seperti khitan massal ini, bantuan beasiswa, dan bedah rumah. Banyak kegiatan yang tidak dapat difasilitasi Pemkot Malang tapi bisa oleh Baznas,” ujar Wahyu.
Wahyu berharap untuk kedepannya mitra-mitra Pemerintah Kota Malang dapat terus menyalurkan bantuan sosial dan sejenisnya melalui Baznas Kota Malang, yang menurutnya telah berhasil mengelola dana yang mereka himpun dengan baik.
“Saya berharap kedepannya mitra-mitra Pemkot Malang bisa menyalurkan bantuan-bantuan dan yang lainnya melalui Baznas Kota Malang. Karena sudah terbukti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Baznas Kota Malang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Malang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Malang, Kasuwi Saiban, menyebut bahwa keunikan dari acara ini adalah karena bertepatan dengan Bulan Suro, yang masih dianggap mistis oleh sebagian masyarakat Jawa. Namun, ia berharap acara ini dapat mengubah pandangan tersebut.
“Jadi ada beberapa pendaftar yang mengundurkan diri karena ini bulan Suro (Muharram). Dengan kegiatan ini, kami ingin mengubah mindset masyarakat dan memberi pengertian bahwa bulan Suro ini bulan yang mulia untuk melaksanakan sunatan,” tutur Kasuwi.
Para peserta sendiri terlihat santai, banyak yang bermain handphone sambil disunat, menunjukkan bahwa metode yang digunakan memang berhasil mengurangi rasa takut mereka dan yang lebih penting mengurangi rasa sakit yang mereka rasakan.
Para keluarga peserta sendiri juga mengapresiasi kegiatan sunat massal gratis yang menggunakan metode mutakhir ini. Contohnya Suryadi dari Jalan Pulosari, Blimbing, yang mengantarkan cucunya yang berusia 10 tahun.
“Cucu saya minta sendiri, mumpung gratis dan dia bilang tidak takut. Yang penting anak-anak itu tidak panik, karena dulu masih sakit sekarang sudah tidak, ada teknik macam-macam,” ujarnya.




