Kota Malang, blok-a.com – Bertepatan dengan agenda penerimaan rapor, SDN Merjosari 5 Kota Malang menggelar kegiatan pengembangan literasi bagi para siswanya. SDN Merjosari 5 menggandeng blok-a.com untuk memberikan pelatihan menulis kepada seluruh peserta didik di Malang Creative Center (MCC), Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan program sekolah bertajuk “Burita Pesantrasi” atau Rabu Bercerita Pembiasaan Literasi. Program ini dirancang untuk mengasah kemampuan siswa dalam berliterasi, mulai dari mendengarkan cerita, bercerita, hingga mampu menceritakan kembali sebuah kisah.
Kepala SDN Merjosari 5, Mafruzah, S.Pd mengatakan, pelatihan menulis tersebut merupakan kelanjutan dari kebiasaan literasi yang telah diterapkan di sekolah.
“Burita Pesantrasi ini mengajak anak-anak untuk mengembangkan keterampilan berliterasi, mulai dari bercerita, mendengarkan cerita, kemudian menceritakan ulang. Hari ini kami lanjutkan kemampuan mereka dengan menulis,” ujar Mafruzah.
Ia menjelaskan, kegiatan pelatihan diikuti seluruh siswa SDN Merjosari 5 mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Total sebanyak 177 siswa mengikuti pembelajaran menulis yang dikemas secara menarik dan interaktif.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari blok-a.com, Bob Bimantara Leander, memberikan materi terkait cara membuat tulisan cerita yang menarik. Meski sedikit berkaitan dengan dunia jurnalistik, materi lebih diarahkan agar siswa mampu menuangkan ide dan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan sederhana.
“Materinya bagaimana anak-anak bisa menuliskan cerita dengan hal yang menarik. Kami mencoba memancing ide mereka agar bisa membuat cerita yang kemudian ditulis dengan kalimat yang jelas, sederhana, dan enak dibaca,” kata Bob.
Menurutnya, tantangan memberikan materi kepada siswa sekolah dasar menjadi pengalaman tersendiri. Antusiasme para siswa terlihat dari berbagai respons selama kegiatan berlangsung.
“Seru karena ini pertama kali saya menjadi pemateri untuk anak SD. Ada yang aktif berbicara, ada yang berteriak, tapi ada juga yang memperhatikan dengan serius. Itu menjadi tantangan tersendiri,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, SDN Merjosari 5 berharap kemampuan literasi siswa tidak hanya berhenti pada kegiatan membaca, tetapi juga berkembang hingga mampu menciptakan karya tulisan.
Sekolah berharap kebiasaan menulis dapat menjadi ruang bagi siswa untuk menuangkan kreativitas, imajinasi, serta gagasan mereka sejak dini. (bob)




