Disdikbud Libatkan Ahli Sejarah dan Keluarga Pahlawan Susun Kurikulum TRIP

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana sebut 29 SD Negeri kekurangan siswa (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana sebut 29 SD Negeri kekurangan siswa (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang terus mematangkan penyusunan kurikulum muatan lokal sejarah perjuangan pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Kurikulum ini disiapkan untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan dan sejarah lokal kepada siswa sejak dini.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwardjana, mengatakan penyusunan kurikulum dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari ahli sejarah hingga perwakilan keluarga pahlawan TRIP. Langkah tersebut dilakukan agar materi yang disusun tetap sesuai dengan fakta sejarah.

“Kalau kita berbicara tentang kurikulum, maka harus ada bahan materinya. Sehingga beberapa bulan yang lalu, kami telah menemui keluarga pahlawan TRIP sebagai narasumber agar tidak salah arah,” ujarnya.

Selain menyiapkan materi, Disdikbud juga membahas alokasi jam pelajaran bersama pengawas sekolah, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Kurikulum muatan lokal sejarah TRIP nantinya akan diterapkan di seluruh jenjang SD dan SMP di Kota Malang.

“Ini sudah dibahas oleh teman-teman pengawas, K3S, dan MKKS. Kami cocokkan untuk jam pelajarannya, berapa jam pelajaran untuk tiap jenjang kelasnya,” katanya.

Menurut Suwardjana, penyusunan kurikulum dilakukan secara bertahap karena materi harus disesuaikan dengan kemampuan siswa di setiap jenjang pendidikan.

“Ini yang menjadi tantangannya. Sehingga, penyusunan kami lakukan secara bertahap,” imbuhnya.

Saat ini, buku panduan kurikulum sejarah perjuangan pahlawan TRIP telah memasuki tahap finalisasi. Setelah rampung, dokumen tersebut akan diajukan kepada Wali Kota Malang melalui Bagian Hukum Setda Kota Malang sebagai dasar penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwal).

“Kalau sudah jadi buku panduan kurikulum, akan kami ajukan ke Wali Kota lewat Bagian Hukum untuk kemudian dikeluarkan Perwal. Target kami, akhir tahun ini sudah selesai,” pungkasnya. (bob)

Exit mobile version