Graha Cakrawala Jadi Runway, Pamerkan Puluhan Koleksi Busana Nusantara dalam “Envision: Trendversity”

Para panitia pelaksana bersama Manajemen Prodi Tata Busana Universitas Negeri Malang yang menyelenggarakan pameran fashion Envision: Trendversity 2026 (foto: Blok-a.com/Ovan Zaihnudin)
Para panitia pelaksana bersama Manajemen Prodi Tata Busana Universitas Negeri Malang yang menyelenggarakan pameran fashion Envision: Trendversity 2026 (foto: Blok-a.com/Ovan Zaihnudin)

Kota Malang, Blok-a.com – Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) akan menjadi lokasi pameran busana tahunan bertajuk Transversity: Envision pada Sabtu, (10/10/2026) esok. Acara ini merupakan gelaran dari mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana UM angkatan 2023, dengan dukungan penuh dari manajemen universitas.

Tema pameran tahun ini adalah Envision,yakni singkatan dari Essence of Nusantara Visionary Innovation. Ini berbeda dengan gelaran di tahun sebelumnya yang mengambil tema futuristik yang lebih modern dan kontemporer.

Envision: Trendversity

Menurut ketua pelaksana acara, Bulan Bunga Rahayu, tema ini dipilih sebagai salah satu cara untuk mengangkat kembali kekayaan wastra Nusantara.

“Kami pribadi sebagai generasi muda, itu mulai melihat penurunan minat dari teman-teman untuk memakai wastra. Jadi, kadang dari teman-teman itu melihat wastra batik itu seperti sesuatu yang terkesan kuno atau dipakainya itu begitu-begitu saja,” jelasnya dalam konferensi pers pada Jumat (9/10/2026) di Gedung A19, Kampus UM.

Berangkat dari keresahan tersebut, 76 mahasiswa yang terbagi ke dalam 15 kelompok mencoba mengeksplorasi keanekaragaman budaya Indonesia. Setiap kelompok mengambil inspirasi kekayaan daerah yang berbeda-beda.

“Kami dan juga teman-teman itu mengambil temanya dari keindahan alam, kekayaan adat istiadat, budaya dari daerah yang ada di seluruh Indonesia. Jadi, tersebar dari Sabang sampai Merauke,” tambah Bulan.

Tema besar tersebut kemudian dikembangkan oleh setiap individu dalam 15 kelompok. Masing-masing kelompok berfokus mengangkat satu daerah spesifik beserta jenis wastra yang berbeda. Dari sana, tiap mahasiswa diberikan ruang untuk merancang dan memvisualisasikan interpretasinya sendiri.

“Jadi, setiap kelompoknya akan memiliki karakteristik masing-masing,” terangnya.

Hadirkan Ratusan Koleksi

Selain menjadi luaran dari mata kuliah semester 7, pameran ini menjadi panggung unjuk karya mahasiswa di hadapan publik. Setiap mahasiswa diwajibkan merancang koleksi yang mencakup kategori signature dan ready to wear.

“Kemudian dari ke-15 kelompok ini, kami, setiap individunya diwajibkan untuk memiliki koleksi busana antara lain signature dan juga ready to wear,” tambah Wakil Ketua Pelaksana Envision, Karmila Sari Dewi, dalam kesempatan yang sama.

“Setiap kelompok memiliki cerita, karakter, pendekatan desain yang berbeda. Tapi semuanya terhubung menjadi satu kesatuan yang sama yaitu mengembangkan kekayaan budaya Nusantara Indonesia,” kata dia.

Nantinya, busana signature akan diperagakan di atas panggung runway. Sementara koleksi koleksi ready to wear yang total berjumlah 152 akan dipajang dan diperjualbelikan di booth yang rencananya akan ditempatkan di selasar Graha Caktrawala.

Selain 76 busana signature karya para mahasiswa Tata Busana UM, runway juga akan semakin variatif. Terutama dengan hadirnya sembilan koleksi tambahan dari mahasiswa UPSI Malaysia (Universiti Pendidikan Sultan Idris) yang turut berpartisipasi sebagai mitra internasional.

Busana-busana tersebut nantinya akan diperagakan oleh 28 model profesional dari beberapa agensi di Malang Raya yang telah melalui proses audisi.

Persiapan Envision 2026 sendiri sudah berjalan sejak November 2025, mencakup proses penentuan tema, pembuatan desain dan pola, hingga produksi busana.

Sebelum hari-H, rangkaian pre-event juga sudah dilaksanakan. Mulai dari roadshow ke SMP-SMK di Malang Raya, talkshow dan lomba di Malang Town Square dan Malang Creative Center. Selain itu, edukasi event juga mencakup berbagai kompetisi terbuka, seperti lomba upcycle, styling, fashion illustration, make-up, hingga cosplay yang diikuti peserta dari berbagai kalangan.

Tanggapan Manajemen Kampus

Pelaksanaan pameran tahunan ini tentunya mendapat dukungan dan apresiasi penuh dari pihak kamus. Selain untuk memenuhi kurikulum pembelajaran, ini menjadi ajang untuk membangun rasa percaya diri serta jiwa kewirausahaan mahasiswa sebelum melangkah lebih jauh di bidang yang mereka geluti.

Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana UM, Dra. Hapsari Kusumawardani M.Pd mengungkapkan bahwa proses panjang persiapan pameran ini berhasil mendorong mahasiswa yang tadinya ragu-ragu menjadi lebih berani dalam menampilkan karyanya di hadapan khalayak umum maupun mengikuti berbagai kompetisi.

“Dampak dari anak-anak tentu saja terbangun rasa percaya diri. Yang tadinya tidak berani atau ragu-ragu, sekarang berani mempraktikkan karyanya di depan khalayak pemirsa,” ungkapnya dalam sesi wawancara.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan pihak luar, seperti hadirnya karya dari mahasiswa UPSI Malaysia. Ke depan, pihak prodi terus mendorong agar kerja sama dan ruang unjuk karya internasional seperti ini dapat terus diperluas.

“Selain itu, dengan ada acara ini tentu saja anak juga merasa bahwa kita ada partner dari perguruan tinggi luar, sharing ya. Itu dari perguruan tinggi luar. Nah, itu yang mendorong anak-anak yang siapa yang mau ikut, kita show di luar. Jadi mudah-mudahan itu ke depannya nanti bisa menjalin kerja sama yang lebih banyak perguruan tinggi di luar,” jelasnya.

Beri Keuntungan bagi Mahasiswa

Di sisi lain, pameran tahunan ini juga memberikan dampak ekonomi dan komersial yang nyata bagi para mahasiswa. Berdasarkan pengalaman dari pameran tahun-tahun sebelumnya, masyarakat yang hadir terbukti menaruh minat tinggi terhadap karya buatan mahasiswa. Pembelinya pun beragam, mulai dari sesama generasi muda, kolega dari luar, hingga para pejabat kampus. Bahkan, beberapa koleksi outer dan pakaian harian buatan mahasiswa kerap habis terjual (sold out) di booth pameran.

“Di area exhibition itu tidak sedikit pengunjung yang membeli produk anak-anak, entah dari kalangan pejabat maupun umum, sampai beberapa booth jadi sold out,” beber Annisau Nafi’ah, S.Pd., M.Pd., Dosen Pembimbing Pameran.

Antusiasme publik terhadap gelaran Envision pun tecermin jelas dari tingginya animo peserta yang mengikuti rangkaian aktivitas pre-event. Selain mempererat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, berbagai kompetisi yang diselenggarakan mahasiswa Tata Busana UM ini sukses menjaring ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.

“Animo masyarakat alhamdulillah sangat positif sekali. Selain meningkatkan kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, kami juga menjaring partisipasi dari perguruan tinggi lain. Kompetisi yang dilaksanakan adik-adik mahasiswa diikuti berbagai universitas di Indonesia, bahkan kemarin pesertanya bisa tembus 289 orang untuk satu perlombaan saja,” pungkas Annisau. (ova)

Exit mobile version