Kota Malang, blok-a.com – Sebagai salah satu bentuk hijrah, seorang pria kelahiran Kota Malang, Muhammad Isro, memilih menghapus tato yang melekat di tubuhnya.
Pria berusia 40 tahun ini memiliki keinginan yang cukup tinggi untuk memperbaiki hidup di usianya yang tak lagi muda.
Niatnya menghapus lukisan permanen yang telah menempel di kulit sejak usianya masih 16 tahun itu diakui bukan perkara yang mudah.
Namun, warga Jalan Brigjend Slamet Riadi, No 8, Oro-Oro Dowo, Kecamagan Klojen, Kota Malang ini memberanikan diri menghapus tato demi kehidupan yang lebih baik kedepannya.
Bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk sang buah hati semata wayangnya.
“Ini pure keinginan diri sendiri, saya pengen berhijrah. Malu juga sama anak, sudah tua masih tatoan kayak gini,” ujar Isro kepada blok-a.com, Senin (5/2/2024).
Keputusan menghapus tato di tubuhnya sudah bulat. Tak ada tekanan dari pihak manapun, baik itu kerjaan maupun keluarga.
“Saya kerjanya serabutan, jadi tidak ada tekanan. Mungkin, yang banyak dari masyarakat mungkin ya. Apalagi menyangkut ibadah, ke masjid misalnya. Itu kan pasti orang itu pandangannya beda,” ujarnya.
Sejauh ini, lanjut Isro, alasan terbesarnya masih untuk kehidupan yang lebih baik. Bapak anak satu ini hanya berkeinginan, jikalau dirinya berpulang ia ingin kembali dalam keadaan bersih seperti sedia kala.
“Ya gimana ya, umur saya sudah 40 tahun mbak. Kita bayi itu lahir dalam keadaan bersih, jadi suatu saat ketika saya meninggal juga pengen bersih,” ucapnya lirih.
Sebagai pekerja serabutan, Isro mengaku tak memiliki biaya lebih untuk pergi ke klinik untuk menghapus tato.
Meskipun tidak begitu banyak gambar di tubuhnya, ia mengaku tak mampu jika harus membayar tiap kali treatment.
Terlebih, biaya treatment hapus tato menurutnya tidak murah. Bahkan, perlu merogoh kocek mulai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per centimeter. Harga tersebut juga disesuaikan dengan kualitas tinta tato itu sendiri.
Jika tinta tato semakin bagus dan tinta semakin dalam menembus kulit, cara penghapusannya pun semakin sulit. Sehingga memerlukan waktu yang cukup panjang.
“Jujur kalau bayar ke klinik saya gak bisa, terus terang saya gak bisa. Karena hapus tato itu mahal mbak, dan butuh lima hingga sepuluh kali treatment untuk benar benar hilang,” urainya.
Beruntungnya, ia tak patah semangat untuk terus mencari informasi di sosial media (sosmed) terkait penghapusan tato gratis.
Keinginannya yang tinggi untuk menghapus tato terbayarkan setelah menemukan program Berani Hijrah Baik (BHB).
Hapus Tato Bayar Hafalan Surat Ar-Rahman
Perlu diketahui, BHB merupakan komunitas yang memiliki program hapus tato secara gratis. Komunitas ini sendiri bergerak ke berbagai wilayah seluruh Indonesia untuk melayani seseorang yang ingin berhijrah dengan cara menghapus tato.
Kala itu, BHB berkolaborasi dengan talenta muda Malang Raya, Asandra Salsabila. Caleg muda DPR RI asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut dinilai cukup aware dengan program hapus tato gratis.

Dari informasi yang didapat, program hapus tato gratis pertama kali diselenggarakan di Kota Malang pada September 2023 lalu.
“Awal saya mendapat informasi pada bulan September, itu program pertama Asandra bareng BHB di Malang. Ini bentuk kolaborasi. Jadi BHB ini punya program hapus tato gratis hampir seluruh Indonesia dan berkolaborasi dengan Mbak Asandra. Sehingga saya menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya,” terangnya.
Tentunya, ia bersama peserta lainnya menyambut hal baik ini dengan sangat antusias.
Dari sepengetahuannya, hingga hari ini setidaknya ada lebih dari 50 peserta yang secara rutin melakukan penghapusan tato setiap bulannya.
“Kami sangat menyambut baik, kesempatan ini tidak ada kami sia-siakan. Peserta juga terus bertambah, bahkan ada peserta dari Gersik, Lamongan, Blitar, Nganjuk juga ada,” bebernya.
Sebagai seorang yang mendukung penuh, kata Isro, Asandra mewakafkan mesin penghapus tato tersebut untuk BHB.
Selanjutnya, Isro bersama rekanan lainnya akan membentuk BHB Malang untuk memaksimalkan mesin tersebut.
“Insyaallah dari amanahnya Mbak Asandra, mesin ini wakaf jadi dijaga wakafnya. Tiap bulan kita akan terus bergerak, selama mesin ini masih hidup, masih bisa bermanfaat bagi orang Malang kita akan jalan terus,” tegasnya.
Dibuka secara gratis, bagi peserta yang ingin menghapus tato dapat datang langsung setiap bulanan di minggu kedua.
Isro menambahkan, terdapat persyaratan khusus bagi peserta yang ingin menghapus tato. Yakni dengan membayar dengan hafalan Surat Ar-Rahman, minimal 5 ayat di setiap treatment.
“Jadi tiap kali treatment kita harus bayar dengan Surat Ar-Rahman, minumal lima ayat nanti treetment kedua tambah lima ayat lagi dan seterusnya.
“Sedangkan untuk non muslim, orang hindu buda juga kita terima. Jadi untuk mereka ya bacalah doa apa yang menurut agama masing-masing, baca dan hafalkan,” jelasnya.
Ia berharap, dengan adanya mesin penghapus tato yang telah dihibahkan oleh Asandra dapat bermanfaat untuk masyarakat khususnya Malang Raya untuk hidup lebih baik lagi dengan berhijrah.
“Harapan saya alat ini bisa berguna, bermanfaat untuk sesama. Membantu dan memudahkan jalannya seseorang yang ingin berhijrah ke jalan yang lebih baik seperti saya,” tutupnya.
Terpisah, Asandra Salsabila menuturkan, event penghapusan tato gratis ini ditujukan untuk masyarakat umum, baik yang berasal dari Kota Malang maupun luar kota.
Melalui event tersebut, Sandra sapaan akrabnya, berharap dapat membantu masyarakat agar lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan passion yang dimiliki.
“Event hapus tato gratis ini bertujuan untuk mempermudahkan teman-teman bertato mencari kerja. Sebab, banyak dari mereka yang kerap mendapat diskriminasi saat mencari kerja,” terang Sandra kepada Blok-a.com, Senin (5/2/2024). (ptu/lio)




