Malang, Blok-a.com – Suasana di Jalan Veteran, Kota Malang, mulai berubah memasuki H-2 Lebaran. Kawasan yang biasanya padat dengan aktivitas mahasiswa dan deretan motor yang parkir untuk sekadar nongkrong di pinggir jalan, kini terasa jauh lebih tenang.
Kondisi ini dirasakan langsung oleh Eky (36), warga asli Malang yang setiap harinya berjualan kopi menggunakan sepeda motor di bahu Jalan Veteran. Meski perubahannya tidak terjadi secara mendadak, ia mengakui suasana di tempatnya mencari nafkah mulai sepi dibandingkan hari-hari biasanya.
Eky menuturkan bahwa libur perkuliahan menjadi faktor utama, mengapa keramaian di kawasan ini berangsur hilang.
“Suasananya sekarang jadi sepi, ya. Mahasiswa sudah banyak yang libur dan pulang kampung. Meskipun masih ada beberapa yang belum pulang dan tetap di Malang,” ujar Eky saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.
Bagi Eky, perubahan ini adalah siklus tahunan yang sudah biasa ia hadapi. Jika di hari aktif kampus ia harus melayani banyak pelanggan yang duduk santai di pinggir jalan. Kini intensitas orang yang mampir ke motor kopinya sudah tidak sebanyak biasanya.
Sepinya Kawasan Mahasiswa di Kota Malang
Selain berkurangnya jumlah pelanggan, kondisi cuaca di Malang yang sering mendung belakangan ini juga turut memengaruhi hasil penjualannya. Eky mengakui ada sedikit penurunan omzet, namun ia tetap bersyukur karena kondisinya masih tergolong aman.
“Kalau ditanya pendapatan, ya ada sedikit penurunan, apalagi suasananya mendung terus sekarang. Agak sepi memang kalau dibandingkan hari biasa sebelum masa Lebaran, tapi ya masih amanlah untuk omzetnya,” jelasnya dengan tenang.
Eky berencana akan terus berjualan hingga malam menjelang Lebaran. Ia baru akan mengambil waktu istirahat tepat di hari raya nanti untuk berkumpul dengan keluarga.
“Sekarang sih masih jualan, belum tutup. Rencananya pas hari Lebaran nanti kami tutup dulu sekitar empat hari untuk liburan, setelah itu baru jualan lagi seperti biasa di sini,” kata Eky.
Baginya, Lebaran tahun ini tidak dirayakan dengan cara yang istimewa. Sebagai warga lokal, ia memilih untuk tetap berada di Malang dan menikmati waktu bersama orang-orang terdekat.
“Enggak ada yang khusus sih, cuma kumpul keluarga yang ada di Malang dan dekat-dekat sini saja. Paling ya kumpul sama teman-teman juga, sudah itu saja,” pungkasnya. (mg2/ova)
Penulis: Flora Vorentina Lum (Mahasiswa Magang Unitri)




