Jelang Pemilu 1955, PKI Pernah Gelar Rapat Akbar di Alun-Alun Malang

Alun-alun Merdeka Rampung Direvitalisasi, Siap Terintegrasi Kawasan Heritage
Alun-alun Merdeka Rampung Direvitalisasi, Siap Terintegrasi Kawasan Heritage

Kota Malang, blok-a.com – Alun-Alun Merdeka Kota Malang pernah menjadi lokasi rapat akbar Partai Komunis Indonesia (PKI) menjelang Pemilu 1955. Rapat yang digelar pada 28 Maret 1954 itu disebut dihadiri sekitar 200 ribu simpatisan.

Sejarawan Malang, Agung Buana mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung setahun sebelum Pemilu 1955. Saat itu, PKI menjadi salah satu peserta pemilu bersama sejumlah partai politik lainnya.

“PKI pernah melakukan mobilisasi, dengan menggelar rapat pertemuan akbar yang dihadiri kurang lebih 200 ribu simpatisan. Peristiwanya terjadi setahun jelang pelaksanaan Pemilu 1955 dan itu dilakukan di Alun-Alun Merdeka Kota Malang,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Ribuan massa memadati kawasan alun-alun dengan membawa berbagai atribut partai dan organisasi pendukung. Bendera hingga umbul-umbul turut memenuhi lokasi kegiatan.

Tak hanya diisi dengan pidato politik, rapat akbar itu juga dikemas seperti pesta rakyat dengan pawai, karnaval dan pertunjukan seni yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

“Orasi atau pidato yang disampaikan seperti halnya bentuk rapat umum atau kampanye. Kegiatan juga diisi dengan karnaval dan pertunjukan seni untuk menarik simpati masyarakat,” terangnya.

Menurut Agung, kegiatan tersebut menunjukkan posisi Malang sebagai salah satu wilayah yang dianggap penting dalam perolehan suara menjelang Pemilu 1955.

“Peristiwa rapat akbar itu menunjukkan bahwa Malang memiliki posisi penting. PKI termasuk menjadi partai pemenang Pemilu di Malang,” ungkapnya.

Besarnya perhatian terhadap Malang juga terlihat dari kedatangan pimpinan PKI saat itu, Dipa Nusantara (DN) Aidit. Agung menyebut Aidit turut datang dan menyampaikan orasi politik dalam kegiatan tersebut.

“Kabarnya, DN Aidit datang dan menyampaikan orasi politiknya. Dengan kedatangannya itu, memberikan kontribusi yang besar kepada perolehan jumlah pemilih di Kota Malang, khususnya pada simpatisan PKI,” katanya.

Agung menambahkan, kunjungan Aidit ke Malang disebut tidak berdiri sendiri. Ia juga melakukan kampanye di sejumlah kota lain yang dinilai memiliki potensi perolehan suara.

“Kalau tidak salah, ketika itu Aidit tidak hanya ke Malang saja, melainkan juga kampanye di Surabaya dan Lumajang serta beberapa kota lain yang memiliki potensi besar mendulang suara,” tandasnya. (ber)

Exit mobile version