Kisah Dekhade Warga Malang Puasa di Swiss, Rindu Sego Kucing

Kisah Dekhade Warga Malang Puasa di Swiss, Rindu Sego Kucing
Kisah Dekhade Warga Malang Puasa di Swiss, Rindu Sego Kucing

Kota Malang, blok-a.com – Ramadan selalu menjadi bulan yang dirindukan oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Tidak hanya tentang berkah rahmatnya, tapi juga suasananya yang kental dengan kedamaian.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia memiliki suasana Ramadan yang sangat kental. Namun bagaimana dengan suasana puasa di luar negeri?

Blok-A.com berkesempatan mewawancara Dekhade, atau akrab disapa Dee, salah satu warga Kecamatan Klojen, Kota Malang, yang puasa di luar negeri, tepatnya di Swiss.

Ia mengatakan bahwa di luar negeri tempat ia tinggal suasana Islami yang kental tidak terasa saat puasa. Bahkan ia menyebut tidak ada perbedaan dengan hari-hari biasa.

“Rasanya seperti bukan Ramadan di sini, mungkin juga karena masjid jauh dari rumah. Ada beberapa orang yang berasal dari negara muslim lain sih, tapi (hidup) sendiri-sendiri, tidak pernah srawung (bercengkrama),” terangnya.

Wanita yang berprofesi sebagai Tour Person band-band kelas internasional ini juga mengaku tidak ada perlakuan special baginya dan keluarganya yang berpuasa dalam pekerjaan.

“Tidak ada, sih. Karena yang berpuasa juga tetap melakukan aktifitas sehari-hari seperti biasa. Kerja ya kerja, puasa ya puasa,” terangnya.

Bahkan, kata Dekha, banyak orang yang belum paham betul konsep puasa Ramadan di sekitarnya. Banyak yang mengira konsep puasa Ramadan sama dengan konsep ‘fasting’ yang mereka tahu.

“Kebanyakan orang-orang sekitar ndak tau Ramadan itu sebenernya yakpa. Mereka tau istilah fasting tapi mereka kira fasting itu cuman tidak makan, sedangkan minum masih boleh. Ini lucunnya, pengertian puasa menurut mereka. Jadi harus menjelaskan soal gak makan dan gak minum,” terang Dekha.

Mantan ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Theater Hampa Universitas Negeri Malang ini juga mengaku banyak hal yang ia rindukan dari suasana Ramadan di Kota Malang. Salah satunya tentu pasar takjil Jalan Surabaya.

“Jelas, rindu suasana saur bareng. Belum lagi waktu nunggu saat berbuka, berburu takjil di Jalna Surabaya sampai hafal itu yang jualan. Kangen hiruk pikuk war takjil terus adzan buka, kadang juga, suasana santai termasuk pas mokel berjamaah,” terangnya disertai terkekeh.

Saat ditanya apa menu makanan favorit berbuka saat berada di negara orang, jawaban Dekha sangat sederhana.

“Penyetan terong dan sambal terasi. Tapi di sini bahan-bahan makanan Indonesia agak sulit carinya, dan juga mahal. Belum lagi berasnya di sini beras Thailand yang bisa mendekati rasa beras Indonesia, jadi itu sih yang dirindukan,” katanya. (art/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com