Mengenal Masterpiece Cagar Budaya di Malang, Ada Peninggalan Bak Sphinx di Piramida Mesir

Mengenal Masterpiece Cagar Budaya di Malang, Ada Peninggalan Bak Sphinx di Piramida Mesir
Mengenal Masterpiece Cagar Budaya di Malang, Ada Peninggalan Bak Sphinx di Piramida Mesir

Kota Malang, blok-a.com – Sphinx adalah sebuah makhluk mitologi yang banyak dikenal dengan wujudnya yang menyerupai singa bersayap dan berkepala manusia.

Ia bisa ditemukan di Mesir, tepatnya di sekitar piramida dan dipercaya menjadi pengawal makam raja-raja mesir kuno itu.

Di Kota Malang sendiri ada juga sebuah benda cagar budaya yang ‘sejenis’ dengan sphinx, dan benda ini asli berasal dari Kota Malang. 

Benda ini bernama Makara Dinoyo, dan saat ini sepasang Makara ini telah menjadi salah satu masterpiece koleksi Museum Mpu Purwa Kota Malang.

Sepasang Makara Dinoyo sendiri ditemukan di wilayah Gandul Merjosari dan dipercaya menjadi bagian dari sebuah candi berbahan batu bata yang sempat berdiri di wilayah itu.

Makara memiliki fungsi yang hampir sama seperti Sphinx yang mengawal piramida. Makhluk ini dipercaya menjadi pengawal candi-candi yang menjadi tempat ‘moksa’ dan penaburan abu raja-raja terdahulu.

“Candi-candi itu merupakan bangunan tempat ‘moksa’ para raja. Sementara piramida adalah makam firaun atau raja-raja Mesir terdahulu. Artinya di sini candi-candilah yang menjadi setaranya dengan piramida,” terang Kepala Seksi Sejarah dan Nilai Tradisi Budaya Disdikbud Kota Malang, Arisandi Satrio Anggoro.

Tidak hanya dalam fungsinya, Makara Dinoyo juga memiliki bentuk gabungan dari berbagai makhluk hidup seperti ikan, gajah, singa, ular naga, dan buaya.

Yang menarik, Pulau Jawa bukanlah habitat singa, sehingga adanya figur singa di Makara Dinoyo menyimpan cerita tentang asimilasi budaya jaman dahulu.

“Kita itu tidak ada singa tapi kok ada singa di sini, inspirasinya dari mana?” pancing Sandi, sapaan akrab Arisandi.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Rakai Hino Galeswangi pun mempertegas keunikan figure singa di Makara Dinoyo.

“Figur singa yang terdapat di lidah Makara Dinoyo dapat disamakan dengan bentuk singa yang ada di Candi Borobudur. Keduanya berbeda bentuk dan menandakan filosofi Makara yang berpasagan antara feminine dan maskulin,” terangnya.

Selain Makara Dinoyo, Museum Mpu Purwa juga memiliki koleksi masterpiece lain yaitu Prasasti Dinoyo II. Prasasti yang ditemukan pada tahun 1985 di timur pertigaan Dinoyo ini juga menyimpan rahasia sejarah Kota Malang.

Batu prasasti ini diasumsikan memuat dua prasasti sekaligus dalam satu benda dan mencceritakan kejayaan Kerajaan Kanjuruhan yang dulu berdiri di Kota Malang.

“Bentuk hurufnya adalah huruf Jawa Kuna, dan memuat dua pertanggalan. Pertama tahun 773 Saka atau 851 Masehi, dan yang kedua 820 Saka atau setara dengan 898 Masehi,” terang Rakai.

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?