Blok-a.com – Gus Baha, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), meyakini bahwa Lailatul Qodar, malam yang dipercaya memiliki nilai ibadah yang luar biasa, dapat diraih oleh semua Muslim.
Menurutnya, keyakinan ini berakar dari sebuah kisah yang menggambarkan kepedulian Allah terhadap umat manusia, khususnya umat Nabi Muhammad.
Dalam ceramahnya yang diunggah melalui kanal Youtube Santri Gayeng (https://www.youtube.com/watch?v=tRcNXvrEGeo), Gus Baha menyatakan keyakinannya setelah mempelajari cerita yang disampaikan Nabi Muhammad mengenai usia panjang Nabi Nuh dan nabi-nabi sebelumnya yang hidup ratusan tahun.
Namun, Allah dengan rahmat-Nya memberikan solusi dengan memberikan bonus berupa malam Lailatul Qodar, yang nilainya setara dengan 1.000 bulan.
“Terus ada keresahan. Bagaimana dengan umatku yang usainya pendek? Terus Allah merespons keresahan Nabi dengan memberi bonus Lailatul Qodar yang setara dengan 1.000 bulan atau 83 tahun 4 bulan,” jelas Gus Baha.
Gus Baha menegaskan bahwa malam tersebut bukanlah sesuatu yang hanya dapat diraih oleh orang-orang tertentu, namun bisa diperoleh oleh setiap individu yang sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah dan menjauhi perbuatan maksiat.
“Keyakinan saya, pokoknya dicari (Lailatul Qodar), yakinlah kamu pasti dapat. “Asal tidak maksiat, menurut saya pasti mendapat Lailatul Qodar,” terangnya.
Bagi Gus Baha, kunci utamanya adalah kesungguhan dan ketulusan hati dalam mencari Lailatul Qodar.
“Karena memang (Lailatul Qodar) itu keresahan Nabi Muhammad yang dijawab Allah dengan memberi bonus meski umatmu berusia pendek, diberi ibadah Lailatul Qodar,”
Gus Baha juga merujuk pada Surat Al-Baqarah ayat 185 yang menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan di bulan Ramadan.
Berdasarkan ayat tersebut, ia menafsirkan bahwa malam Lailatul Qadar dapat terjadi pada tanggal 1 hingga 29 atau 30 Ramadan, karena dalam ayat tersebut tidak disebutkan tanggalnya.
“Berarti ada juga yang mencari (Lailatul Qodar) tanpa bersungguh-sungguh, tapi sejak tanggal 1. Klimaks itu mulainya tanggal 1. Kalau mulainya tanggal 21, kata Malaikat ‘Lho kok baru mencari sekarang?’ berarti dianggap pemula,” jelasnya.
Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang tanggal pasti Lailatul Qodar, Gus Baha menegaskan pentingnya mencari dengan sungguh-sungguh, sebagaimana disarankan oleh Nabi Muhammad.




