350 Kasus HIV Ditemukan di Kota Malang Selama 2025, Mayoritas Mahasiswa Pendatang

Dinas Kesehatan Kota Malang Sediakan Layanan Inklusif Mulai dari Puskesmas
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang (blok-a/bob)

Kota Malang, blok-a.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat temuan sebanyak 350 kasus HIV sepanjang tahun 2025. Dari total kasus tersebut, mayoritas pengidap berasal dari luar Kota Malang, termasuk kalangan mahasiswa.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengungkapkan bahwa temuan itu didapat dari pelaksanaan tes HIV terhadap sekitar 17 ribu orang. Hasilnya, 350 orang dinyatakan reaktif.

“Sekitar 30 persen warga Kota Malang, sedangkan 70 persen berasal dari luar daerah,” ujar Husnul, Minggu (21/12/2025).

Ia menjelaskan, latar belakang pengidap HIV cukup beragam, mulai dari mahasiswa, masyarakat umum hingga karyawan. Salah satu kelompok yang menjadi sorotan adalah LSL (laki-laki seks laki-laki), yang didominasi mahasiswa dari luar daerah yang sedang menempuh pendidikan di Kota Malang.

“Usianya mayoritas produktif, antara 15 hingga 59 tahun,” terangnya.

Untuk menekan angka penularan, Dinkes Kota Malang terus memperkuat layanan pencegahan dan pengendalian HIV. Saat ini, layanan HIV telah tersedia di 16 puskesmas dan 8 rumah sakit di wilayah Kota Malang.

“Kami membuka akses seluas-luasnya. Masyarakat yang merasa berisiko diharapkan memanfaatkan layanan ini,” kata Husnul.

Layanan tersebut meliputi konsultasi hingga Voluntary Counseling and Testing (VCT). Bagi warga yang dinyatakan reaktif, Dinkes langsung mendorong untuk menjalani pengobatan secara berkelanjutan.

“Justru dengan temuan ini kita bisa segera melakukan penanganan, sehingga potensi penularan bisa ditekan,” tegasnya.

Dalam pendampingan pasien, Dinkes Kota Malang juga menggandeng sejumlah LSM, khususnya dalam edukasi kepatuhan minum obat dan penerapan perilaku hidup sehat.

“Harapannya, jumlah virus dalam tubuh pasien bisa ditekan dan risiko penularan semakin kecil,” pungkas Husnul. (bob)

Exit mobile version