Kota Malang, blok-a.com – Tim Reskrim Polsek Klojen bersama Satreskrim Polresta Malang Kota, berhasil meringkus komplotan pencuri yang beraksi menguras saldo tabungan nasabah melalui mesin ATM, Kamis (13/6/2024).
Komplotan pencuri berjumlah 4 orang. 3 orang berhasil ditangkap tim gabungan pada tanggal 1 Juni 2024, sekitar pukul 01.00 Wib, saat berada di dalam kamar 201 Rejeki Guest House Jalan IR Soekarno No. 225 , Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Indentitas 3 orang komplotan pengganjal mesin ATM diketahui bernama Aji Rismondah (26) asal Desa Belambangan, Kecamatan Buay Runjung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Propinsi Sumatra Selatan.
Lalu, Arwani (34) asal Perum Grnad Vista Cikarang Blok F 10, Kelurahan Jayamulya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dan identitas pelaku yang ke 3 yakni Rizky Setia Diharja warga Desa Belambangan, Kecamatan Buay Runjung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan.
“”Sedangkan 1 pelaku lainnya berinisial DH telah kabur ke Jawa Barat dan saat ini masih dalam pencarian (DPO),” ujar Kapolsekta Klojen, Kompol Syabain Rahmad Kusriyanto, kepada awak media, Kamis (13/6/2024).
Disamping menangkap ke 3 pelaku, petugas juga mengamankan pakaian dan celana yang dipakai saat beraksi, tiga buah obeng, dua pasang sarung tangan, sejumlah uang tunai, satu buah HP, serta dua sepeda motor merek Honda Genio dan Yamaha Mio 125.
Pengungkapan dan penangkapan komplotan pencuri ATM di Kota Malang itu berawal saat korban bernama Akhmad Khusairi (58), sekitar pukul 06.30, Kamis (23/5/2024) melakukan transfer rekeningnya yang lain sebesar Rp. 5 Juta dan penarikan tunai sebesar Rp 1 Juta.
Dia melakukan transfer itu di mesin ATM yang ada di area pertokoan Mitra Jalan Agus Salim, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang,
Namun saat mentransfer melalui ATM, kartunya tidak bisa keluar dari mesin.
“Usai melakukan transaksi, ternyata kartunya tidak bisa keluar dari mesin ATM,” terangnya.
Saat tidak bisa keluar, salah satu pelaku masuk dan berpura-pura membantu korban. Pelaku bertanya apakah korban perlu bantuan.
“Korban menjawab apabila ATM tersebut tidak bisa dan kartu ATM nya tertelan,” imbuhnya.
Pelaku langsung memencet tombol-tombol di ATM dan di layar ATM keluar layanan non tunai.
Setelah itu, pelaku sambil mengarahkan memasukkan nomer Handphone sama pin Kartu ATM milik korban.
Setelah selesai, korban keluar dari ATM dan mencoba menghubungi pihak bank, tetapi tidak bisa.
“Akhirnya, korban pun pulang ke rumahnya di Kota Malang,” jelas Syabain.
Kemudian, korban mencoba membuka M Banking ternyata saldo di rekening miliknya telah berkurang sebesar Rp 54 Juta, dan ketika korban ke Bank BRI untuk meminta print out rekening korannya, ternyata uang dalam tabungan korban sudah tidak ada.
“Korban pun segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Klojen. Mendapatkan laporan dari korban, Unit Reskrim Polsek Klojen melakukan penyelidikan,” bebernya.
Unit Reskrim Polsek Klojen berkolaborasi dengan Satreskrim Polresta Malang Kota melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV yang ada di dalam ruang ATM.
“Alhamdulilah, hasil penyelidikan, hari Kamis (1/6/2024) dini hari, kami menangkap 3 pelaku di sebuah tempat penginapan di Kota Batu,”terang Syabain.
Ditambahkan Syabain, saat beraksi, pelaku ini saling berbagi tugas. Ada yang pura-pura menolong korban, ada yang bertugas mengamati, dan ada yang siaga di atas sepeda motor
Mereka beraksi saat jam-jam sepi dan selalu mengincar mesin ATM yang modelnya lama.
“Dari pengakuan pelaku, mengganjalnya pakai plastik bekas botol air minum yang diselipkan ke dalam lubang tempat kartu ATM,” bebernya.
Setelah tahu nomor PIN dan kartu masih di dalam mesin ATM, uang di rekening korban dikuras dan ditransfer ke rekening pelaku.
“Dari hasil penyelidikan lebih lanjut, komplotan ini telah beraksi di 20 TKP. Antara lain ada di Kota Malang, Kabupaten Magetan dan Bali,” imbuhnya.
Atas perbuatannya tersebut, ke 3 pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.
“Kasus ini masih terus kami selidiki. Melihat dari jumlah TKP nya yang banyak, bisa dipastikan jumlah korbannya lebih dari satu orang dan kami berharap korban segera melapor ke polisi,” tandasnya. (ags/bob)




