Kota Malang, blok-a.com – 21 adegan diperagakan pelaku mutilasi di Sawojajar Kota Malang dalam rekonstruksi yang digelar pada Rabu (24/1/2024).
21 adegan itu diperagakan pelaku yakni Abdurahaman (44) di sejumlah tempat, mulai dari kosnya hingga sungai tempat membuang beberapa bagian tubuh korbannya AP.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto menjelaskan selama 21 adegan yang diperagakan pelaku ini sesuai dengan hasil penyidikan polisi.
“Rangkaian memang sesuai dengan hasil penyidikan dan keterangan para saksi,” kata dia.
Adegan awalnya adalah korban datang ke kos pelaku yang berprofesi sebagai tukang pijat terapi ini di Jalan Sawojajar Gang 13 A nomor 12 Kelurahan Sawojajar Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
“Kemudian terjadi cekcok, kemudian pelaku membacokkan celurit yang sudah tersimpan di sana sebelumnya. Yang sehari-sehari (celurit) digunakan untuk membersihkan makam,” imbuhnya pada Rabu (24/1/2024) dikonfirmasi awak media.
Celurit itu digunakan untuk menyerang AP dua kali hingga tewas. Ketika membacokkan celurit untuk yang pertama kali korban mutilasi langsung roboh. Namun korban masih sempat berusaha melawan alias masih hidup.
Kemudian dalam kondisi terbaring, pelaku langsung menutup mulut korban. Celurit pun digunakan lagi untuk membacokkan ke leher korban sembari mulut korban ditutup agar tidak bersuara.
“Kemudian dalam kondisi terbaring sambil menutup mulut korban ditambahkan satu kali lagi bacokan ke leher korban sehingga korban meninggal dunia,” tuturnya.
Setelah dipastikan meninggal dunia, pelaku memotong korban menjadi 9 bagian. Setelahnya memisahkan bagian-bagian tubuh korban ke 3 kresek.
“Secara bergiliran membuang potongan tubuh dari korban berupa bagian tubuh tengah, kemudian anggota gerak di buang di aliran Sungai Bango di dekat jembatan. Kemudian untuk kepala, kemudian telapak tangan dan telapak kaki dikuburkan di lokasi ini,” kata dia.
Sebelum dibuang ke sungai, pelaku pun mengantisipasi agar darah tidak tercecer di jalanan. Pelaku mencuci seluruh bagian tubuh korban hingga bersih dan tidak ada berceceran darah. Potongan tubuh kemudian ditempatkan di dalam ember.
“Kemudian secara bertahap dibuang kemudian pembuangannya di tuang ke aliran sungai sehinggah hanyut, tercecer,” kata dia.
Sebagai informasi, sebelum rekonstruksi dilakukan pada Rabu (24/1/2024) kasus mutilasi di sebuah kos di Sawojajar Kota Malang ini terungkap pada awal Januari 2024 lalu.
Kasus mutilasi ini sebenarnya terjadi pada 3 bulan sebelum terungkap atau akhir 2023 lalu.
Abdurahman sempat tidak terendus aksinya. Namun polisi berusaha tetap mengusut dengan modal laporan orang hilang yang mana adalah AP. (bob)







