Kota Malang, blok-a.com – Di tengah pesatnya tren kopitiam di Kota Malang, Depot Tanjung Api menjadi salah satu destinasi kuliner yang paling menonjol dari lainnya, karena namanya sering disebut-sebut di berbagai media sosial.
Kopitiam satu ini terletak di Jalan Panggung No.5. Tidak hanya menawarkan hidangan lezat, tetapi juga suasana yang nyaman untuk menikmati kuliner bersama teman-teman.
Dari luar, Depot Tanjung Api terlihat memesona dengan bangunannya yang berwarna putih keabuan. Papan nama yang besar memudahkan pengunjung untuk menemukannya.

Begitu masuk, pengunjung akan disambut dengan ruangan yang nyaman, baik di dalam ruangan dengan AC maupun di area semi outdoor dan outdoor. Total, Depot Tanjung Api dapat menampung hingga 300 pengunjung.
Konsep yang diusung oleh Depot Tanjung Api adalah kopitiam nusantara yang terinspirasi dari Provinsi Sumatera.
Sehingga saat mampir ke sini pengunjung akan merasakan suasana yang lain dari pada kedai-kedai yang ada di Kota Malang ini.
Menu-menu unggulannya, seperti Nasi Goreng Tanjung Api, Kwetiau Kuah, dan Mie Garlic Special, telah menjadi favorit di antara pengunjung.
Selain itu, berbagai macam snack seperti dimsum, pempek, dan tahu walik juga tersedia untuk dinikmati.
Minuman-minuman yang ditawarkan juga sangat beragam. Mulai dari kopi-kopian, jus buah segar, hingga minuman khas nusantara seperti Es Pisang Ijo dan Es Cendol.
Ada juga paket makan-makan untuk 2-3 orang serta paket nongkrong untuk 3 orang dengan harga yang terjangkau.
Harga makanan dan minuman di Depot Tanjung Api pun cukup bersahabat, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp25 ribu saja.
Depot Tanjung Api buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 00.00, kecuali pada hari Jumat yang buka mulai pukul 13.00 hingga 00.00 WIB.
Dengan lokasi yang luas dan strategis untuk ditempuh berbagai maccam kendaraaan, serta letaknya di pusat Kota Malang, Depot Tanjung Api adalah tempat yang sempurna untuk menikmati hidangan khas nusantara dan berkumpul bersama teman-teman.
Dari sekedar nongkrong, rapat, merayakan hari special, atau mungkin traktiran setelah jadian juga pantas, kok.(art/lio)








