Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk pembangunan halte dan penambahan fasilitas Terminal Talangagung sebagai dukungan terhadap operasional Koridor II Trans Jatim rute Malang-Kepanjen.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar mengatakan, terdapat 10 halte yang direncanakan dibangun di wilayah Kabupaten Malang. Anggaran pembangunan tersebut diusulkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026.
“Pembangunan halte ini dianggarkan melalui PAK APBD 2026. Sekarang sedang dibahas,” kata Budiar, Jumat (18/9/2026).
Meski jumlah halte telah ditentukan, lokasi pembangunannya masih menunggu kepastian rute dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur. Sebab, pengelolaan Koridor II Trans Jatim berada di bawah Pemprov Jatim melalui Dishub.
“Koridor II Trans Jatim ini dikelola langsung oleh Pemrov Jatim melalui Dinas Perhubungan. Rute pun mereka yang menentukan, kami menunggu,” tambahnya.
Budiar menjelaskan, pembangunan halte nantinya akan ditempatkan di kawasan jalan yang menjadi lintasan bus Trans Jatim. Sementara itu, informasi mengenai titik pembangunan dapat dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dishub Kabupaten Malang.
“Secara teknis bisa menghubungi pak Eko (Kepala Dinas Perhubungan). Untuk titik-titik pembangunan halte. Yang pasti, untuk rute, kami juga menunggu,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto membenarkan adanya usulan anggaran pembangunan halte Koridor II Trans Jatim dalam PAK APBD 2026.
Namun, anggaran Rp2 miliar tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pembangunan halte. Sebagian juga digunakan untuk melengkapi fasilitas di Terminal Talangagung, yang menjadi salah satu lokasi persinggahan bus Trans Jatim.
“Anggaran itu selain pembangunan halte, juga melengkapi fasilitas yang ada di Terminal Talangagung. Karena bus Trans Jatim ini masuk ke Terminal Talangagung,” ungkap Eko.
Eko menilai kehadiran Koridor II Trans Jatim merupakan program strategis yang dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Selain membantu mengurangi kemacetan, layanan transportasi publik tersebut dinilai berpotensi mendorong aktivitas ekonomi.
“Dengan Trans Jatim memudakan masyarakat untuk mendapatkan moda transportasi. Kemudahan ini, kami yakin mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (yog)




