Beras Premium Langka di Malang, Bulog Gelontorkan 10 Ton ke Pasar Bunul

Bulog Malang menggelontorkan beras premium di Pasar Bunul, Jumat (18/9/2026) (foto: blok-a.com/Bob Bimantara Leander)
Bulog Malang menggelontorkan beras premium di Pasar Bunul, Jumat (18/9/2026) (foto: blok-a.com/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Kelangkaan beras premium terjadi di sejumlah pasar di Malang dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat harga beras premium di tingkat pedagang sempat mencapai Rp16.600 per kilogram.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Perum Bulog Cabang Malang mulai menggelontorkan pasokan beras premium secara bertahap ke pasar-pasar tradisional hingga retail modern di wilayah Malang Raya.

Langkah tersebut dilakukan bersama Satgas Pangan Polresta Malang Kota melalui intervensi langsung ke pedagang. Salah satunya dilakukan di Pasar Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jumat (18/9/2026).

Pemimpin Cabang Perum Bulog Malang, Muhammad Nurhidayat Syahran, mengatakan tahap awal pihaknya menyalurkan 10 ton beras premium produksi Bulog dari Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog di Magetan.

“Ini tahap pertama, nanti berikutnya akan ada jumlah-jumlah berikutnya,” kata Nurhidayat, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, kelangkaan beras premium dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya berkaitan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku. Selain itu, saat ini belum memasuki musim panen kedua sehingga pasokan gabah untuk penggilingan belum kembali melimpah.

“Yang kedua mungkin belum musim panen kedua masih belum ada. Jadi banyak penggilingan yang terlambat mungkin didistribusikan produknya,” jelasnya.

Untuk pasokan yang digelontorkan Bulog, pedagang menerima beras premium dengan harga Rp14.800 per kilogram. Selanjutnya, pedagang diminta menjualnya kepada konsumen sesuai HET sebesar Rp14.900 per kilogram.

Beras premium produksi Bulog tersebut menggunakan merek Punokawan dan untuk tahap awal tersedia dalam kemasan 10 kilogram. Sementara kemasan 5 kilogram masih dalam proses pemesanan dan akan menyusul didistribusikan.

Nurhidayat mengatakan pasokan beras premium tidak hanya diberikan ke Pasar Bunulrejo. Secara bertahap, distribusi akan dilakukan ke seluruh pasar di Kota Malang, termasuk retail modern.

“Semua pasar di Kota Malang. Retail-retail modern juga,” ujarnya.

Bulog Malang juga menyiapkan pasokan secara bertahap untuk wilayah kerja Perum Bulog Malang yang mencakup Malang Raya. Penyaluran ini diharapkan dapat menambah pasokan di tengah keterbatasan beras premium di tingkat pasar.

Sementara itu, untuk beras SPHP dengan kualitas medium, Bulog Malang memastikan stok masih dalam kondisi aman. Stok yang tersedia disebut mencapai 86.000 ton dan diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat Malang Raya hingga satu tahun ke depan.

“Dengan jumlah tersebut, aman hingga satu tahun ke depan. Karena per bulan per alokasi, sekitar 6.000 ton keluarnya di Kota Malang,” ungkapnya.

Selain menjaga ketersediaan beras di pasaran, Bulog Malang juga bersiap menyalurkan bantuan pangan sesuai instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026.

Total alokasi bantuan pangan yang disiapkan mencapai sekitar 18 ribu ton. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada penerima di Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Pasuruan sesuai wilayah kerja Bulog Malang.

“Nanti di Bapanas itu alokasi Oktober, November, dan Desember dan sudah ada perintahnya. Jumlahnya sama dengan alokasi penyaluran periode Juli, Agustus, September yang saat ini sudah disalurkan,” tandasnya. (bob)

Exit mobile version