Kabupaten Malang, blok-a.com – Sebanyak 1000 pengurus dari 33 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) se-Kabupaten Malang resmi dilantik di Pendopo Agung Malang, Rabu (14/1/2026). Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Bupati Malang, HM Sanusi.
Sanusi mengatakan kemajuan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan alam, melainkan harus didukung oleh pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan, inovasi, serta jejaring pasar yang solid.
“HKTI memiliki peran strategis sebagai simpul penghubung antara petani dengan dunia industri, lembaga keuangan, dan pasar global,” katanya.
Sanusi menambahkan, tantangan sektor pertanian ke depan akan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim ekstrem, fluktuasi harga pupuk dan komoditas, keterbatasan regenerasi petani muda, hingga tekanan global terhadap ketahanan pangan.
“Semua ini menuntut kerja kolaboratif. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, dunia usaha tidak bisa bergerak sendiri, dan petani tidak dapat berjuang sendirian,” pungkasnya.
Sementara, Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang, Makhrus Soleh, mengatakan pelantikan tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan upaya membangun peradaban pertanian yang berakar kuat dari petani.
“Melantik 33 PAC ini, kita ingin membuat peradaban. Benihnya adalah petani, batangannya organisasi. Dari situlah kedaulatan bangsa, khususnya dari Kabupaten Malang, bisa tercipta,” ujar Makhrus.
Ia menerangkan, HKTI Kabupaten Malang telah menjalankan sejumlah program unggulan yang sejalan dengan agenda nasional swasembada pangan. Salah satunya adalah tanam dan panen padi unggul yang dilaksanakan pada 7 Januari lalu dan diikuti secara daring melalui Zoom bersama Presiden RI.
“Program tanam dan panen padi unggul sudah kita laksanakan sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional,” terangnya.
Selain padi, HKTI Kabupaten Malang juga menginisiasi program penanaman benih durian unggul. Setiap PAC direncanakan akan mendapatkan bibit durian sebagai bagian dari pengembangan komoditas unggulan daerah.
“Durian di Kabupaten Malang kita jadikan prioritas unggulan. Kita bina ranting HKTI bekerja sama dengan warga yang memiliki lahan untuk ditanami durian,” lanjut Makhrus.
Tidak hanya durian, pengembangan juga diarahkan pada komoditas hortikultura lainnya seperti alpukat, kelengkeng, dan salak, yang diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus menyokong Program Makan Bergizi (MBG).
Menurut Makhrus, langkah ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Malang, tetapi juga memiliki visi jangka panjang untuk menjangkau wilayah yang lebih luas. Ia mengajak seluruh pengurus HKTI untuk bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Harapannya tidak hanya di Kabupaten Malang. Kita bertekad bisa memenuhi kebutuhan pangan di Jawa Timur, bahkan hingga luar Jawa,” pungkasnya. (yog/bob)








