15 Koridor Angkutan Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang, Ini Rute Lengkapnya

Angkot Pelajar Gratis di Kota Malang Mulai Beroperasi Senin, 90 Unit Disiapkan Kota Malang, blok-a.com – Program angkutan pelajar gratis di Kota Malang direncanakan mulai beroperasi pada Senin (31/8/2026). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kini menyiapkan para pengemudi yang akan terlibat dalam layanan tersebut. Sebelum layanan berjalan, Dishub terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada para pengemudi, termasuk mengenai standar operasional prosedur (SOP) layanan angkutan pelajar gratis. “Konsepnya yang pertama kita lakukan sosialisasi dulu. Yang jelas kita lakukan sosialisasi SOP kepada seluruh pengemudi yang terlibat nanti di layanan angkutan pelajar,” ujar narasumber. Untuk tahap sosialisasi, Dishub sementara mengundang sekitar 60 hingga 70 pengemudi. Namun, jumlah armada yang dibutuhkan untuk menjalankan program tersebut lebih banyak. “Kita membutuhkan 90. Maksimal 90, 90 unit gitu,” jelasnya. Nantinya, tidak seluruh angkot yang disiapkan bisa langsung bergabung. Sebab, masih terdapat sejumlah kendaraan yang harus menyelesaikan proses administrasi dan kelayakan kendaraan, termasuk uji KIR. “Mereka kan butuh Uji KIR juga, ada yang belum,” katanya. Sementara itu, dari sisi perangkat pendukung, sebanyak 73 angkot disebut telah terpasang GPS. Perangkat tersebut menjadi bagian dari sistem pemantauan angkot yang digunakan dalam layanan angkutan pelajar gratis. Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, layanan angkot pelajar gratis tersebut ditargetkan mulai berjalan Senin (31/8/2026). “Jalan nanti. Senin insyaallah,” ujarnya. Untuk rutenya, Dishub tidak membuat jalur baru secara keseluruhan. Angkot pelajar gratis akan mengikuti rute yang sebelumnya digunakan bus sekolah. “Rutenya sesuai dengan rutenya bus sekolah,” jelasnya. Saat ini, layanan bus sekolah di Kota Malang memiliki 15 jalur. Rute angkot pelajar gratis nantinya juga akan disesuaikan dengan kebutuhan pelajar, termasuk menjangkau kawasan yang sebelumnya menjadi perhatian dalam layanan bus sekolah. Salah satunya kawasan Madyopuro. Selain itu, wilayah Buring juga menjadi bagian dari cakupan layanan tersebut. “Ya, ditambah lagi tuh. Ya termasuk itu,” katanya. Dengan skema tersebut, angkot pelajar gratis diharapkan tidak hanya mengantarkan pelajar menuju sekolah, tetapi juga memperluas jangkauan layanan transportasi pelajar di sejumlah kawasan Kota Malang.
Angkot yang bakal digunakan di program Angkutan Pelajar Gratis (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Pelajar di Kota Malang kini memiliki alternatif transportasi gratis untuk menunjang perjalanan menuju dan dari sekolah. Program angkutan pelajar gratis resmi beroperasi mulai Senin (31/8/2026), dengan sekitar 66 angkot yang melayani 15 koridor.

Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan akses transportasi gratis bagi pelajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mempertahankan keberlangsungan angkutan kota dan para pengemudinya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan layanan pada hari pertama sudah dimulai sejak pukul 05.00 WIB.

Pengoperasian angkot pelajar gratis tersebut menggunakan skema Buy The Service (BTS). Melalui skema ini, pemerintah membayar layanan angkutan berdasarkan kinerja atau prestasi perjalanan yang diberikan oleh operator.

Dishub Kota Malang telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk program tersebut. Berdasarkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), anggaran itu memiliki kapasitas layanan hingga 96 unit kendaraan.

Namun, pada tahap awal armada yang telah beroperasi baru sekitar 67 kendaraan. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena cukup banyak pengemudi yang berminat mengikuti program, selama kendaraan dan pengemudi memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

“Anggaran kami siapkan untuk 96 unit. Tetapi sementara ini yang ada sekitar 67 kendaraan. Sangat dimungkinkan bertambah karena peminatnya banyak,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan BTS, keberadaan GPS menjadi salah satu instrumen untuk memantau perjalanan kendaraan. Perangkat tersebut digunakan untuk memastikan armada bergerak sesuai rute dan layanan yang telah ditentukan.

Dishub Kota Malang menggandeng koperasi yang telah memiliki kontrak sebagai penyedia layanan. Pengelolaan pengemudi, termasuk mekanisme pembayaran kepada pengemudi, menjadi kewenangan koperasi tersebut.

Widjaja menyebut nilai layanan diperkirakan berada di kisaran Rp6.000 per kilometer. Besaran tersebut tetap mengacu pada perhitungan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang telah ditetapkan Kementerian Perhubungan.

“Per kilometernya kira-kira segitu, sekitar Rp6.000. Tetapi sekali lagi hitungannya sudah jelas, sesuai biaya operasional yang sudah dihitung Kementerian Perhubungan,” katanya.

Untuk tahap awal, rute yang digunakan merupakan jalur yang sebelumnya telah dilayani bus sekolah maupun kendaraan Elf yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Perubahan utama dilakukan pada jenis kendaraan yang digunakan untuk melayani pelajar.

“Rutenya sementara ini kita menggunakan rute yang dilakukan oleh bus sekolah maupun Elf yang dilakukan oleh Dikbud. Kita mengubah kendaraannya saja dulu,” jelas Widjaja.

Sebanyak 15 koridor disiapkan untuk menghubungkan sejumlah kawasan permukiman, sekolah, hingga titik-titik yang sebelumnya menjadi bagian dari layanan transportasi pelajar.

Berikut rute lengkap 15 koridor angkutan pelajar gratis di Kota Malang:

K1 – Kantor Disdikbud Kota Malang–SMPN 25 Malang

Rute berangkat melewati Jalan Veteran, Sumbersari, Merjosari, Watu Gong, Joyogrand hingga Villa Bukit Tidar dan berakhir di SMPN 25 Malang. Jarak perjalanan sekitar 5,8 kilometer.

Untuk perjalanan kembali, kendaraan menempuh jalur sebaliknya dengan jarak sekitar 6,1 kilometer.

Titik henti di antaranya Kantor Disdikbud Jalan Veteran, Lapangan Merjosari dan Pertigaan Joyogrand.

K2 – SDN Madyopuro 1–SMPN 23 Malang

Koridor ini memiliki jarak sekitar 17,8 kilometer. Rute melewati Jalan Madyopuro, Lesanpuro, KH Malik Dalam, kawasan belakang SMPN 10, GOR Ken Arok, Wonokoyo hingga Tlogowaru dan SMPN 23 Malang.

Titik henti meliputi SMPN 23, Wonokoyo, Jalan Malik Dalam, SMPN 10, SMPN 27 dan Madyopuro.

K3 – SMPN 15–SMPN 30/SMKN 1 Malang

Rute menuju SMPN 30 melewati Bukit Dieng, Jalan Raya Bandulan, Mulyorejo, Budi Utomo hingga Jurang Wugu yang berada di perbatasan Kota Malang dengan Kabupaten Malang.

Pada perjalanan pulang, jalur dilanjutkan melalui Tebo Selatan, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Ketapang, Klayatan, S. Supriyadi dan Janti menuju SMKN 1 Malang.

Titik henti di antaranya Jurang Wugu, Toko Grosir Tebo dan kawasan Bandulan.

K4 – SDN Purwantoro 2–SMPN 11 Malang

Koridor K4 melintasi Cipunegara, Citarum, Ciliwung, S. Parman, Sarangan, Bungur, Cengger Ayam, Kendalsari, Kalpataru, Bunga Coklat, Soekarno-Hatta, Candi Panggung, Akordion, kawasan Jalan Ikan hingga Borobudur dan SMPN 11.

Jarak perjalanan sekitar 15,5 kilometer saat berangkat dan 17,7 kilometer saat kembali.

Titik henti antara lain SMPN 11, Polinema, SMAN 7 dan Ponpes Al-Hikam.

K5 – SDN Purwantoro 2–SMPN 11 Malang

K5 menggunakan jalur yang sama dengan K4. Sejumlah titik henti yang ditetapkan berada di SMPN 26, SMP Sabilillah dan SMPN 11.

K6 – SMPN 25 Malang–Kawasan Merjosari

Koridor K6 memiliki lintasan sekitar 20,6 kilometer. Jalurnya melewati Villa Bukit Tidar, Merjosari, Sardo, Sumbersari, Veteran, Jalan Bandung, BS Riadi, Ijen, Surabaya, Jakarta, Sigura-gura hingga kembali menuju Merjosari dan SMPN 25.

Titik henti meliputi SMPN 25, Toko Wapo, Pertigaan Joyogrand, Kelurahan Merjosari dan SDK Sang Timur.

K7 – SMPN 22–SMPN 24 Malang

Rute sepanjang sekitar 8,1 kilometer ini melewati Eltari, Palmerah, Perdana Kusuma, Madyopuro, Wisnuwardana, Terusan Sulfat, Pandanwangi hingga Simpang LA Sucipto dan SMPN 24.

Titik henti antara lain Ruko Sulfat, Wisnuwardana dan Pertigaan Madyopuro.

K8 – SMPN 24–SMPN 22 Malang

K8 merupakan pasangan rute K7 dengan arah perjalanan sebaliknya. Jalurnya melewati kawasan LA Sucipto, Pandanwangi, Sulfat, Wisnuwardana, Madyopuro, Perdana Kusuma, Eltari dan Palmerah.

Titik henti K8 mencakup Ruko Sulfat, Wisnuwardana, SDN Madyopuro 1, BRI Madyopuro, Indomaret Madyopuro dan Indomaret Perdana Kusuma.

K9 – SMPN 15–SMPN 30/SMKN 1 Malang

Koridor K9 juga menghubungkan SMPN 15 dengan SMPN 30 dan SMKN 1 Malang. Jalur berangkat melewati Bukit Dieng, Bandulan, Mulyorejo, Budi Utomo dan Jurang Wugu.

Saat perjalanan pulang, jalur diteruskan melalui Tebo Selatan, kawasan Pelabuhan, Klayatan, S. Supriyadi hingga Janti.

Titik henti antara lain TK Kartika Jalan Bandulan Gang 8, SDN Bandulan 3, Puskesmas Mulyorejo dan SMPN 17.

K10 – SDN Tlogomas 2–SMAN 1 Malang

Rute sepanjang sekitar 14,7 kilometer ini melewati kawasan Tlogomas, MT Haryono, Soekarno-Hatta, Gajayana, Sumbersari, Veteran, Bandung, Ijen, Semeru, Kahuripan hingga Jalan Tugu dan SMAN 1 Malang.

Titik henti meliputi SPBU Tlogomas, Halte Patung Pesawat, Taman Krida Budaya, McDonald’s Dinoyo, Sardo dan Halte SMAN 8.

K11 – SDN Model Tlogowaru–SMAN 1 Malang

Koridor K11 memiliki jarak sekitar 17,9 kilometer. Jalurnya melintasi Terminal Hamid Rusdi, Gadang Kacuk, S. Supriyadi, Kasin, Mergan, Dieng, Veteran, kawasan Matos, Ijen hingga Tugu dan SMAN 1 Malang.

Titik henti antara lain PLN Gadang, Samsat Kacuk, SPBU Mergan, Masjid Al-Ikhlas Jalan Raya Langsep, Matos/SMPN 4, Perpustakaan Kota Malang dan Halte Tugu.

K12 – PLA Tlogowaru–SMAN 4 Malang

Rute ini menghubungkan kawasan Tlogowaru dengan SMAN 4 Malang. Jalurnya melewati Mayjend Sungkono, Buring, Kedungkandang, Lesanpuro, Madyopuro, Ki Ageng Gribig, Danau Toba, Ranugrati, Kesatrian, Hamid Rusdi, Jalan dr Cipto, Kertanegara hingga Tugu.

Titik henti meliputi UPT PLA ABK Kota Malang, SMKN 6, POM Bensin Dirgantara, Garasi Rosalia Indah dan Utama Grosir Swalayan.

K13 – Kelurahan Madyopuro–Museum Pendidikan

Koridor sepanjang sekitar 9 kilometer ini melewati Madyopuro, Ki Ageng Gribig, Lesanpuro, Kedungkandang, Buring, Mayjend Sungkono hingga Museum Pendidikan.

Titik henti di antaranya UPT PLA ABK Kota Malang, SMKN 6, POM Bensin Dirgantara dan Alun-Alun Tugu.

K14 – Museum Pendidikan–SMAN 4 Malang

Rute sepanjang sekitar 11 kilometer ini melewati Tlogowaru, Gadang, Mergosono, Comboran, Sawahan, Kasin, Talun, Kawi, Arjuno, Semeru dan Kahuripan menuju SMAN 4 Malang.

Titik henti antara lain PLN Gadang, Perum Gadang, sejumlah gang di kawasan Gadang, SDN Mergosono 1 dan 3 serta Stasiun Kotalama.

K15 – Museum Pendidikan–SMAN 4 Malang

Koridor terakhir memiliki jarak sekitar 15,7 kilometer saat berangkat. Jalurnya melewati Arjowinangun, Wonorejo, Gadang, Samsat Kacuk, S. Supriyadi, Janti, Niaga, Halmahera, Tanimbar, Sulawesi, Nusakambangan, Comboran, Kotalama, Pasar Besar, Mojopahit hingga Jalan Tugu dan SMAN 4 Malang.

Titik henti mencakup Perum Kartika Asri, PLN Gadang, Samsat Kacuk, Kantor Kelurahan Bandungrejosari, SMP Maarif, SMKN 1, SMAN 2 dan Klenteng Pasar Besar.

Informasi mengenai rute, koridor dan layanan angkutan pelajar gratis tersebut juga dapat diakses masyarakat dan pelajar melalui aplikasi Trans Jatim–Ajaib.

Exit mobile version