Surabaya, blok-a.com– Pada Januari 2023 ini, Provinsi Jawa Timur (Jatim), akan mengirim 412 pekerja migran Indonesia (PMI) bekerja di negara tempat penyanyi top dunia, Hwang Chi Yeul, Baek Hyun atu Jungkook, yakni Korea Selatan
Pada 2022 total PMI Indonesia asal Jawa Timur (Jatim) yang bekerja ke negaranya JungKook BTS tersebut adalah 2.624 orang (5,11%), Korea Selatan.
Korea Selatan menjadi negara penempatan favorit ketiga bagi PMI asal Jatim setelah Hongkong dan Taiwan.
412 PMI calon PMI asal Jatim ini ikut skema G to G. Sebelum diberangkatkan ke Korea Selatan, PMI asal Jatim itu diberi gemblengan atau orientasi pra pemberangkatan (OPP).
Pemberian gemblengan itu dilakukan di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Jalan Ketintang Wiyata Surabaya, Sabtu (28/1/2023).
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, meyakinkan kepada calon PMI Jawa Timur, saat ini negara telah hadir memberi layanan dan perlindungan paripurna.
Hal itu telah dijamin di Undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia.
“Negara tidak main-main melindungi para pahlawan devisa. Upaya BP2MI ini memberi gambaran seorang PMI dilindungi negara dari awal berangkat, dilatih, diberangkatkan, keluarganya di Indonesia dilindungi sampai kepulangannya,” katanya.
Kali ini OPP bagi PMI menjadi program pemerintah dalam penyiapan dan penyediaan kualitas calon tenaga kerja migran. Sekaligus bentuk perlindungan ke calon PMI sendiri.
“Tidak ada lagi rasa was-was khawatir teman-teman karena negara hadir menjamin teman-teman semua. Di Juanda telah ada vip lounge khusus untuk para PMI. Kami sambut teman-teman dengan baik,” katanya.
Pembekalan PMI itu terkait dokumen, bahasa, skill, mental dan sosial kultur budaya negara tujuan.
“Kita harus pelajari kultur dan bahasa. Tapi jangan lupa budaya Indonesia, budaya asli kita, wong Jawa Timur, budaya Jawa,” ujar Adhy.
Adhy berpesan agar PMI di Korsel menjaga nama baik Indonesia di mata Internasional.
Kata dia, pada kebijakan penempatan kerja ke luar negeri, penempatan PMI asal Jatim berkontribusi cukup tinggi dalam mengurangi pengangguran bahkan kemiskinan.
Sementara itu Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, orientasi ini menjadi bagian perlindungan negara bagi para PMI.
Hal ini sesuai perintah Presiden Joko Widodo untuk memberi perlindungan lebih baik bagi para PMI.
“Orientasi ini juga bentuk penghormatan, memberi berbagai fasilitas negara untuk ini. Disiapkan perlakuan hormat kepada pahlawan devisa asal Jawa Timur,” katanya.
Dia bersyukur punya Presiden Jokowi yang sangat sangat peduli nasib pekerja migran Indonesia.
“Bahkan setelah saya dilantik sebagai Kepala BP2MI, pada 15 April 2020 beliau menyampaikan kepada saya, lindungi PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki,” katanya.
Menurutnya, Provinsi Jawa Timur adalah provinsi yang pertama mengalokasikan anggaran untuk Diklat dan Perlindungan bagi PMI.
“Bahkan Bu Gubernur meninjau km Terminal 2 Bandara Internasional Juanda menyediakan fasilitas lounge VVIP bagi para PMI ini. Dan ini merupakan bentuk negara memberi penghormatan bagi para PMI,” pungkasnya. (kim/bob)








