Kabupaten Malang, blok-a.com – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mengamankan tujuh pendaki ilegal yang nekat masuk kawasan Gunung Semeru, Selasa (8/9/2026). Sementara satu pendaki lainnya sempat dilaporkan tersesat sebelum akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi tim SAR dalam kondisi selamat.
Pendakian Gunung Semeru sendiri masih ditutup sejak 26 Agustus 2026 akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, masih ditemukan pendaki yang masuk kawasan tanpa izin.
Kepala Bagian Tata Usaha BBTNBTS Bambang Suryono membenarkan adanya tujuh pendaki yang diamankan petugas di kawasan Gunung Semeru.
“Iya (7 pendaki ilegal diamankan petugas TNBTS),” kata Bambang melalui pesan WhatsApp, Kamis (10/9/2026).
Bambang belum memberikan keterangan mengenai identitas juga kronologi lengkap masuknya ketujuh pendaki tersebut ke kawasan Gunung Semeru.
Ia mengatakan petugas BBTNBTS terus melakukan patroli untuk memastikan tidak ada pendaki yang masuk ke kawasan pendakian yang masih ditutup.
“Kami tetap rutin patroli dan melakukan evakuasi,” ujarnya.
Selain tujuh pendaki yang diamankan, satu pendaki lainnya dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Semeru. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit mengatakan, pendaki tersebut diketahui bernama Muhammad Isa Daus Wasa (20), warga Kabupaten Kediri.
Isa ditemukan tim SAR di sekitar Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Selasa (8/9/2026).
“Berdasarkan informasi yang diterima dari ayah Isa, Ia berada di sekitar puncak Limpak,” kata Nanang melalui pesan WhatsApp, Kamis (10/9/2026).
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan satu tim rescue Unit Siaga SAR Malang Raya untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR lainnya.
Tim gabungan kemudian melakukan pencarian hingga berhasil menemukan Isa setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam 45 menit.
Setelah ditemukan, Isa terlebih dahulu beristirahat serta mendapatkan makanan dan minuman untuk memulihkan kondisi fisiknya. Selanjutnya, ia dievakuasi turun bersama tim menuju posko SAR gabungan.
“Setelah beristirahat, makan, dan minum untuk memulihkan tenaga, Isa kemudian dievakuasi turun bersama tim menuju posko SAR gabungan,” jelas Nanang.
Sekitar pukul 19.00 WIB, tim SAR gabungan bersama Isa tiba di posko. Setelah mendapatkan keterangan mengenai aktivitasnya selama berada di kawasan Gunung Semeru, Isa kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, terhadap tujuh pendaki yang diamankan, BBTNBTS memastikan proses selanjutnya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Untuk sanksi yang pasti akan kami serahkan ke penegak hukum,” kata Bambang.
BBTNBTS sebelumnya telah menutup aktivitas pendakian Gunung Semeru sebagai langkah pengamanan menyusul karhutla. Karena itu, masyarakat diminta mematuhi ketentuan penutupan dan tidak memaksakan diri memasuki kawasan pendakian. (yog)




