Angin Kencang Porak Porandakan Pohon, Belasan Rumah – Puskesmas di Pakisaji Malang

Kabupaten Malang, blok-a.com – Bencana angin kencang disertai hujan lebat terjadi di wilayah Kabupaten Malang, pada Senin (23/9/2024) kemarin. Peristiwa itu menyebabkan sejumlah pohon tumbang, belasan rumah serta puskesmas rusak.

Musim hujan mulai terjang sebagian wilayah Kabupaten Malang, khususnya di wilayah selatan. Dari pantauan blok-a.com, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi dua hari berturut-turut.

Pejabat Fungsional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Isa Ansori menerangkan, pihaknya telah menerima laporan peristiwa angin kencang di wilayah Kecamatan Pakisaji.

Kejadian itu dilaporkan pada Senin (24/9) sekitar pukul 13.52 WIB. Mendapat laporan tersebut, BPBD Kabupaten Malang kemudian menuju ke lokasi kejadian dan melakukan pembersihan.

“Angin kencang terjadi di Jalan Raya Karangduren, Desa Kendalpayak, kemudian Jalan Raya Wonokerso, Desa Sutojayan, Desa Genengan Kecamatan Pakisaji,” kata Isa kepada blok-a.com, Selasa (24/9/2024)

Akibat peristiwa tersebut, menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa dua rumah milik warga sekitar. Selain itu, dahar pohon juga menutup sebagian akses jalan hingga menyebabkan akses lalu lintas tersendat.

“Arus lalu lintas arah Pakisaji menuju Karangduren via pertigaan utara pasar Pakisaji juga sebaliknya terganggu atau tidak bisa lewat untuk roda empat,” bebernya.

Selain itu, angin kencang juga berdampk pada kerusakan tiga rumah warga Desa Kendalpayak. Kerusakan meliputi, bagian atap rumah, galvalum hingga spandek.

“Di Desa Sutojayan ada tiga rumah rusak ringan, sementara itu di Desa Genengan ada tujuh rumah rusak ringan,” bebernya.

Sementara itu, pohon tumbang yang berada di Jalan Karangduren menimpa baliho Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang. Selain itu, pohon juga menimpa kios ahli kunci.

“Pohon tumbang juga menimpa kabel milik PLN, kabel wifi, baliho Puskesmas Pakisaji, kios ahli kunci milik dan lalu lintas macet total dari arah Pakisaji ke Karangduren juga sebaliknya,” ujarnya.

Akibat peristiwa tersebut, BPBD Kabupaten Malang maksir kerugian material yang disebabkan adanya kerusakan mencapai puluhan juta rupiah.

“Korban jiwa nihil, kerugian diperkirakan kurang lebih Rp20 juta. Untuk korban jiwa nihil,” pungkasnya. (ptu/bob)

Exit mobile version