Angkot Pelajar Gratis Dimulai Bulan Juli 2026, Ini Skema dan Gambaran Rutenya

Ilustrasi armada angkot Kota Malang. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)
Ilustrasi armada angkot Kota Malang. (blok-a.com/Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Program Angkutan Kota (Angkot) Pelajar Gratis di Kota Malang ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan Juli 2026. Hal itu mengemuka dalam rapat yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan perwakilan koperasi angkutan pada Selasa (23/6/2026).

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono, mengatakan saat ini proses regulasi program tersebut sudah memasuki tahap akhir. Menurutnya, dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan program telah selesai dibahas di Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan selanjutnya akan diproses di Bagian Hukum Pemerintah Kota Malang.

“Informasi yang kami terima tadi dalam rapat, prosesnya sudah selesai di Biro Hukum Provinsi. Kemudian turun ke Bagian Hukum Pemkot. Insyaallah pertengahan Juli sudah mulai berjalan untuk angkutan pelajar di Kota Malang,” ujar Purwono.

Ia menjelaskan, pada tahap awal program diperkirakan akan melibatkan sekitar 80 unit angkot. Jumlah tersebut masih akan disesuaikan dengan data kebutuhan pelajar yang saat ini sedang dihimpun bersama Dinas Pendidikan Kota Malang.

Penentuan armada nantinya mempertimbangkan jumlah pelajar, titik keberangkatan hingga lokasi sekolah tujuan. Setiap angkot diperkirakan mengangkut sekitar 10 pelajar.

“Misalnya tujuan ke kawasan Veteran atau sekolah di kawasan Dieng, nanti disesuaikan antara titik keberangkatan dan tujuan siswa,” katanya.

Terkait skema operasional, Purwono menyebut pelajar tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Program tersebut terbuka bagi seluruh pelajar yang berdomisili di Kota Malang, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat.

“Sepanjang dia statusnya pelajar dan tinggal di Malang, kita fasilitasi. Masuk kategori penerima manfaat,” ujarnya.

Untuk pembayaran kepada operator angkutan, Dishub dan koperasi angkot disebut telah mencapai kesepakatan. Besaran subsidi sementara dihitung sekitar Rp6.200 per kilometer.

Dana subsidi nantinya disalurkan melalui koperasi yang menaungi para anggota dan sopir angkot.

“Sudah ada titik temu antara Dishub dan teman-teman koperasi. Pembayarannya melalui koperasi, kemudian diteruskan ke anggota hingga ke sopir,” jelas Purwono.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan pihaknya saat ini fokus mempersiapkan teknis pelaksanaan program sambil menunggu regulasi selesai.

“Hasil rapat hari ini adalah mempersiapkan seluruh hal yang terkait dengan rencana penerapan angkot pelajar gratis sambil menunggu proses regulasi selesai,” katanya.

Menurut Widjaja, layanan angkot pelajar gratis akan memanfaatkan armada angkot yang sudah memiliki trayek resmi. Pelajar dapat menggunakan angkot sesuai jalur yang dilalui menuju sekolah masing-masing.

Selain itu, Dishub juga menyiapkan jalur tambahan untuk menjangkau sekolah yang selama ini belum terlayani trayek angkot maupun bus sekolah.

“Semua sekolah akan diupayakan bisa dilalui angkutan kota. Untuk sekolah yang belum terjangkau trayek, kami siapkan jalur baru,” tegasnya.

Dengan target pelaksanaan pada pertengahan Juli 2026, program angkot pelajar gratis diharapkan dapat membantu kebutuhan transportasi siswa sekaligus meningkatkan kembali pemanfaatan angkutan kota di Kota Malang.

Exit mobile version