Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mempercepat pembangunan drainase di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi genangan air saat musim penghujan. Pembangunan saluran air ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus mengurangi risiko banjir.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan drainase di tepi jalan berfungsi mengalirkan air hujan agar tidak meluap dan menggenangi badan jalan.
Ia mengungkapkan, keberadaan saluran drainase yang memadai menjadi salah satu penunjang infrastruktur jalan. Terutama ketika hujan deras melanda wilayah Kabupaten Malang.
Selain mengurangi genangan, pembangunan drainase juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Khairul menegaskan Pemkab Malang berkomitmen memberikan pelayanan infrastruktur secara optimal, mulai dari drainase, jalan, jembatan, hingga Penerangan Jalan Umum (PJU). Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperlancar akses transportasi dan mendukung aktivitas perekonomian warga desa.
“Kami berharap dukungan dari berbagai pihak agar pembangunan infrastruktur terus berjalan lancar demi membantu mobilitas dan perekonomian warga sehari-hari,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Ia juga meminta agar setiap tahapan pengerjaan proyek mendapat pengawasan efektif. Dengan demikian, pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu serta memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Pria yang akrab disapa Oong ini menyebut pembangunan drainase mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai membantu mengurangi genangan air ketika hujan deras.
“Sebab, pembangunan drainase tersebut dinilai sangat membantu mengurangi genangan air saat hujan deras,” ujarnya.
Ia menjelaskan salah satu pekerjaan drainase yang tengah ditangani berada di Desa Ngamarto, Kecamatan Lawang.
Saluran tersebut memiliki tinggi 70 sentimeter, lebar 50 sentimeter, dan panjang mencapai 278 meter. Pekerjaan juga mencakup plat masuk serta penggunaan beton dengan mutu fc 20 MPa.
Selain di Ngamarto, pengerjaan drainase di Desa Wonorejo juga masih dalam tahap pelaksanaan.
“Dengan selesainya pembangunan drainase diharapkan tidak ada lagi genangan air hujan di jalan, karena air langsung masuk ke drainase,” pungkasnya. (yog)




